400 ASN Positif Covid-19, Pemkot Bandung Terapkan WFH

LIMAPAGI - Sekitar 400 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan kota (Pemkot) Bandung terpapar Covid-19. Untuk itu pihaknya menerapkan sistem kerja 75 persen kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Komplek Balai Kota Bandung di Jalan Wastukencana serta kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD), di luar Komplek Balai Kota Bandung juga akhirnya ditutup sementara.

"Dari hasil rekap test Covid-19 sampai hari Jumat (25 Juni 2021) ada 300 ASN yang terpapar Covid-19. Pagi ini saya tanya lagi di unit dikisaran menjadi 400 ASN," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung, Adi Jujun Mustafa, dalam jumpa pers virtual, Selasa, 29 Juni 2021.

"Sementara untuk pegawai non-ASN kami belum mendatanya, tetapi kami sudah meminta ke SKPD terkait juga menyampaikan yang non-ASNnya," sambungnya.

Lebih lanjut, Adi menerangkan pegawai ASN yang terpapar Covid-19 kebanyakan bekerja di Dinas Kesehatan (Dinkes), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSIA), Rumah Sakit Gigi dan Mulut, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Ini kebanyakan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan secara rinci isolasi mandiri atau di rumah sakit," bebernya.

Dari 400 ASN tersebut, sambung Adi, sebanyak 70 orang dari SKPD yang kantornya berada di Komplek Balai Kota Bandung, antara lain BKPSDM, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

"Pimpinan melihatnya ini sudah urgent sehingga dilakukan pengosongan dulu kerja dari rumah bagi ASN dan non-ASN, yang mulai berlaku pada 28 Juni sampai 5 Juli 2021. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 443/SE.088-BKPSDM tentang pengaturan bekerja dari rumah bagi ASN dan Non ASN di Lingkungan Pemkot Bandung," tuturnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post