Hati-hati, Peneliti Temukan Malware Kripto di Game GTA V

LIMAPAGI - Peneliti keamanan dari produsen antivirus Avast menemukan sebuah malware penambang mata uang kripto (cryptocurrency) yang bernama Crackonosh.

Menurut laporan, malware tersebut ada di beberapa game populer, yang di-install bajakan termasuk Grand Theft Auto V, NBA 2K19, dan Pro Evolution Soccer 2018 untuk menginfeksi perangkat.

Melansir dari Mint, Selasa, 29 Juni 2021, malware Crackonosh akan menginstal XMRig, penambang mata uang kripto. Peneliti mengatakan, peretas telah menghasilkan lebih dari USD2 juta atau sekitar Rp14 miliar.

"Tampaknya peningkatan nilai Bitcoin dan mata uang kripto lainnya telah memicu minat baru para penambang bahkan melalui peretasan," ujar Evgeny Lopatin, pakar keamanan di Kaspersky.

Malware Crackonosh tidak langsung aktif begitu game bajakan itu di-install. Peretas akan menyerang begitu korbannya lengah.

 

Setelah itu, malware akan aktif bekerja saat PC beberapa kali mengalami restart kemudian memaksa sistem untuk masuk ke safe mode. Dengan demikian, peretas akan menghapus software dan fitur keamanan dengan mudah.

Bahayanya, jika malware sudah menyerang maka PC pengguna akan bekerja lebih lambat, komponen perangkat lunak rusak, hingga membuat tagihan listrik membengkak.

Malware ini bisa berlindung dari deteksi Windows update serta sistem keamanan yang ada pada perangkat komputer. Sehingga saat pengguna mencoba mengeceknya melalui software antivirus, itu tidak akan mudah ditemukan bahkan tidak terdeteksi sama sekali.

Avast mendeteksi sekitar 800 kasus infeksi per hari. Saat ini, totalnya sudah mencapai lebih dari 200 ribu kasus. Malware Crackanosh sudah ditemukan di banyak negara seperti Filipina (18.448 korban), Brasil (16.584 korban), India (13.779 korban), Polandia (12.727 korban), Amerika Serikat (11.856 korban) dan Inggris (8.946 korban).

KABAR LAINNYA

Discussion about this post