Menilik Kekuatan dari Rencana Bukalapak dan GoTo saat IPO

LIMAPAGI - Dua raksasa startup Indonesia PT Bukalapak.com dan entitas gabungan antara Gojek dan Tokopedia (GoTo) berencana untuk melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menilai, dengan adanya IPO perusahaan yang banyak berkecimpung dalam dunia digital itu, dapat menambah ekspansi yang pendanaannya dihasilkan dari market itu sendiri.

Baca Juga: Saham Bukalapak Mulai Dijual Hari Ini! Harga Rp850 per Lembar

"Jadi jika berbicara masalah pendanaan ini kan ini bicara masalah ekspansi tentu ketika mereka mendapatkan pendanaan maka upaya mereka untuk lebih kompetitif lagi bisa terbuka lebar dengan adanya pendanaan dari market," kata Alfred kepada Limapagi, Sabtu 31 Juli 2021.

Selain itu, Alfred berpendapat, ketika suatu perusahaan memutuskan untuk masuk ke bursa, berbagai akses dan kelebihan selain pendanaan bisa dimanfaatkan oleh perusahaan tersebut selama mereka masih tercatat sebagai perusahaan IPO.

Baca Juga: Terungkap! Begini Rencana Kolaborasi Emtek, Grab dan Bukalapak

"Jadi ketika mereka melakukan pendanaan dan mereka pilih untuk melepas saham atau masuk ke pasar modal tentu ini sifatnya adalah tidak hanya pendanaan di IPO, tapi mereka bisa mendapatkan akses itu selama mereka berdiri. Yaitu akses pendanaan selain perbankan yaitu di pasar modal, pasar market," ujarnya.

Sementara itu, jika melihat dari sisi pasar, nilai market kapital yang dimiliki Bukalapak akan mampu membawa perubahan yang signifikan terhadap kapasitas pasar bursa.

"Dengan harga Rp750-850 berarti Bukalapak punya market kapitalisasi sekitar Rp80an triliun. Jadi ketika mereka masuk ke pasar tentu size kapitalisasi market akan bertambah cukup signifikan," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan, jumlah market capital yang dimiliki Bukalapak akan berada pada kisaran Rp77,3 triliun sampai 87,6 triliun. Jumlah tersebut dihitung dari besaran harga yang dikeluarkan oleh Bukalapak yaitu di kisaran Rp750 sampai Rp850.

"Jadi seberapa besar Bukalapak bisa meningkatkan market cap di bursa Indonesia? sebesar Rp77,3 triliun sampai 87,6 triliun," kata I Gede dalam acara Edukasi Wartawan Pasar Modal, Rabu, 28 Juli 2021.

Sedangkan untuk informasi berapa jumlah perusahaan startup yang ingin terjun ke lantai bursa, dia mengatakan bahwa sejauh ini hanya ada dua kandidat yang paling berpotensi untuk menawarkan saham perdana di BEI.

"Jadi kalau kita dulu memetakan jumlah unicorn, itu termasuk yang belum bergabung, jadi kalau dari total nanti akan masuk 3, Bukalapak sudah masuk 1, satu lagi kemungkinan proposalnya akan masuk ke kita, sudah bergabung menjadi satu yang lebih besar lagi," kata Nyoman.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.