Polisi Gerebek Lagi Kantor Pinjol Ilegal, Kali Ini di Ruko Green Lake City

LIMAPAGI - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya kembali menggerebek perusahaan kolektor pinjaman online (pinjol). Kali ini, perusahaan kolektor pinjol yang berlokasi di Ruko Green Lake City Crown Blok C1-7, Jakarta Barat.

"Hari ini kami melakukan penggerebekan di PT ITN di ruko ini, yang mana di sini ada tujuh ruko dengan empat lantai yang beroperasi di tempat ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Ruko Green Lake, Kamis, 14 Oktober 2021.

Ia mengatakan ada 32 karyawan yang diamankan dalam penggerebekan. 32 orang tersebut, kata dia bertugas untuk menagih pinjaman online terhadap para peminjam.

Terdapat dua metode penagihan yang dilakukan, yakni berupa penagihan langsung dan melalui media sosial.

"Ada 32 orang yang diamankan, kemudian lokasi ini kita pasang police line dan akan kita dalami semuanya," ucap dia.

Baca Juga: Polisi Belum Bisa Tangani Kasus Rachel Vennya Kabur Karantina dari Wisma Atlet

Selain itu, dalam penggerebekan polisi menemukan 13 perusahaan aplikasi pinjaman online (pinjol). Menurutnya 10 dari 13 perusahaan pinjol tersebut diketahui tidak terdaftar secara resmi alias ilegal.

"Ada 13 perusahaan aplikasi yang beroperasi di sini, 3 itu legal dan 10 ilegal. Terdiri dari tim analis, tim telemarketing, dan terakhir kolektor," tutur Yusri.

Tapi, ia tidak membeberkan secara rinci nama-nama aplikasi pinjaman online tersebut. Ia menyebut pengungkapan akan dilakukan jika pemeriksaan terhadap kasus selesai.

"Nanti kami sampaikan semua termasuk aplikasi 10 yang ilegal setelah pemeriksaan. Namun yang jelas, PT ITN ini merupakan bagian kolektor yang menagih peminjam dari perusahaan-perusahaan tersebut," katanya.

Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat juga telah menggerebek sebuah kantor pinjaman online (pinjol) di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu, 13 Oktober 2021.

Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Setyo Koes Heriyanto menyebut 56 orang diamankan dari penggerebekan tersebut.

"Karyawannya ada 56 orang bagian penawaran pinjaman yang diamankan, sementara barang bukti ada 52 unit CPU dan 56 unit handphone," ujar Setyo.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.