Kominfo dan BRI Life Duga Ada Celah Keamanan Penyebab Kebocoran Data

LIMAPAGI - Data-data pribadi nasabah BRI Life diduga bocor di internet dan dijual oleh peretas ke forum hacker.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan tindak lanjut terhadap kasus ini dengan memanggil Direksi PT Asuransi BRI Life sebagai bagian dari proses investigasi.

Baca Juga: Data Nasabah BRI Life Diduga Bocor, Ini Tanggapan Pakar

Pemanggilan ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 71/2019).

Dari investigasi tersebut, Kominfo menemukan adanya dugaan celah keamanan dalam sistem elektronik BRI Life yang disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, BRI Life mengambil langkah responsif untuk menghentikan upaya akses pencurian data-data nasabahnya tersebut.

BRI life saat ini sedang dalam pemeriksaan mendalam terhadap keamanan sistem elektronik dengan menggandeng Konsultan Forensik Digital dan Tim Internal BRI Life.

Lebih lanjut, BRI Life segera menyampaikan temuan hasil pemeriksaan sesuai dengan amanat Undang-Undang. Selanjutnya Kominfo akan menindaklanjuti hasil temuan tersebut dengan melakukan komunikasi intensif dengan BRI Life.  

Selain itu, Kominfo juga memberikan pendampingan terhadap upaya BRI Life dalam mengamankan sistem maupun tata kelola data yang ada.  

Baca Juga: Kominfo Dalami Sampling Data Pribadi BRI Life yang Diduga Bocor

Upaya ini dilakukan bersama BSSN sebagai Lembaga yang memiliki kewenangan menyusun kebijakan keamanan sistem elektronik dan juga berkoordinasi dengan Polri.

Sebagai informasi, total ada 463 ribu file dokumen dan database yang berisi 2 juta nasabah BRI Life. Dua file lengkap tersebut dijual seharga USD7.000 atau sekitar Rp101 juta dan dibayarkan dengan Bitcoin.
 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post