Orang Tua di Indonesia Masih Perlu Motivasi untuk Disiplin Baca dan Mengisi Buku

LIMAPAGI - Masa depan bangsa terlihat dari keberhasilan anak untuk mencapai masa pertumbuhan secara optimal. Terutama pada periode emas, untuk itu buku KIA (Buku Kesehatan Ibu dan Anak) menjadi hal penting yang dimiliki orang tua untuk tumbuh kembang sang anak, dan ibu.

Menurut Plt Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Drg. Kartini Rustandi, M. Kes, usia balita atau masa periode emas merupakan hal yang sangat penting.

Baca Juga: Panduan Makanan Bergizi Bagi Pasien Isoman versi BPOM

"Kalau kita tidak bisa memanfaatkan priode ini akan kehilangan masa depan bangsa, sebab dibutuhkan simulasi baik pemenuhan pelayanan kesehatan seperti imunisasi," katanya, dalam acara webinar bersama Danone Indonesia, Kamis, 29 Juli 2021.

Di Indonesia sendiri, kedisiplinan orang tua untuk menggunakan buku KIA di tingkat ibu hamil cukup tinggi. Bahkan, jika merujuk pada Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) 2018 ada diangka 75,2 persen dan balita 65,9 balita (0-59 bulan).

Tetapi menurut Koordinator Poksi Kesehatan Balita dan Anak Usia Prasekolah dr. Ni Made Diah, P.L.D., MKM, ada tantangan yang dihadapi terkait pengisian buku KIA.

"Masih perlu kita motivasi untuk mengisi buku dan membaca buku KIA tersebut," ujarnya.

Namun, ia tak menjelaskan berapa banyak orang tua yang tak mengisi buku KIA yang telah dimiliki. Hanya saja ia mengingatkan bahwa Buku KIA memiliki daya ungkit yang baik terhadap akses kesehatan.

"Jadi, bagi ibu-ibu yang menggunakan buku KIA akan mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih tinggi, dan akan membantu ibu mendapatkan informasi layanan kesehatan yang memang harus diberikan," paparnya.

Buku KIA sendiri memiliki informasi yang sangat komplet dan akurat seperti halnya memantau perkembangan imunisasi, dan imunisasi sendiri merupakan hal yang penting didapatkan semua orang termasuk anak.

Baca Juga: Tips Pola Asuh Anak agar Tetap Aktif Selama Pandemi

"Supaya tidak terkena penyakit untuk hidup berkembang serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, terutama di tengah pandemi ini kita harus tetap memastikan pertumbuhan anak dan pelayanan kesehatan tetap terjamin," tutup dokter Kartini. 

Afrizal Abdul
Afrizal Abdul

Reporter who focuses on lifestyle, is more in-depth about health, travel and parenting.

Education: State Polytechnic of Creative Media Jakarta, Diploma in Communication Studies.

First plunged into the media industry focused on lifestyle for two years, and has a strong network of relationships. Either with doctors, psychologists or influencers.

He has experience as an intern at DepokPos, by writing on various issues, from travel, culinary to sports. Furthermore, working experience at Akurat.co as a lifestyle reporter.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post