Biografi Singkat Andi Mappanyukki, Pejuang dan Tokoh Bangsawan Sulawesi Selatan

LIMAPAGI - Biografi singkat Andi Mappanyukki, beliau merupakan keturunan seorang putra dari Raja Gowa XXXIV, yang bernama I'Makkulau Daeng Serang Karaengta Lembang Parang Sultan Husain Tu Ilang ri Bundu’na (Somba Ilang).

Andi Mappanyukki lahir pada tahun 1885 di Sulawesi Selatan. Sejak usia remaja, Andi sudah mengangkat senjata dan ikut berperang melawan penjajah.

Berikut ini tim Limapagi akan membahas tentang sejarah serta biografi Andi Mappanyukki, seorang tokoh dari Sulawesi Selatan yang merupakan seorang bangsawan.

Biografi Singkat Andi Mappanyukki

(infosejarahcelebes) Andi Mappanyukki

Perang yang dilakoni semasa remaja Andi yaitu saat mempertahankan pos pertahanan yang berada di Gowa, daerah Gunung Sari dari kolonial Belanda.

Pada hari kamis tanggal 12 April tahun 1931, Andi Mappanyukki diangkat menjadi Raja Bone ke-32 atas usulan dari dewan adat.

Andi Mappanyukki mendapat gelar Sultan Ibrahim, sehingga namanya menjadi Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim.

Gelar tersebut diberikan kepada Andi ketika ia menjabat sebagai Raja Bone saat itu. Pada masa pemerintahannya saat itu, sedang berlangsung Perang Dunia II yang melibatkan banyak negara-negara Eropa.

Biodata Andi Mappanyukki

NamaAndi Mappanyukki
PanggilanAndi Mappanyukki Sultan Ibrahim
Tempat dan Tanggal LahirSulawesi Selatan, tahun 1885
WafatJongaya, 18 April 1967
Agama-
Orang Tua-
PasanganI'Mane'ne Karaengta Ballasari
Anak

Berikut ini adalah anak dari Andi Mappanyukki dari beberapa istrinya:

  • Andi Bau Tenri Padang Opu Datu
  • Andi Bau Datu Cella Bone
  • Andi Bau Tenri Datu Bau
  • Andi Bau Parenrengi Datu Lolo
  • Andi Bau To'Appo Datu Appo
  • Andi Bau Datu Sawa
  • Andi Abdullah Bau Massepe
  • Andi Pangerang Petta Rani
GelarPahlawan Nasional

Perjalanan Karier Andi Mappanyukki

Pada masa jabatan Andi sebagai Raja Bone, banyak konflik yang terjadi dengan kolonial Belanda. Saat itu Belanda menawarkan kerjasama dengan Andi Mappanyukki, namun ia menolaknya.

Penolakannya tersebut, membuat Andi Mappanyukki diturunkan jabatannya dari Raja Bone oleh kekuatan kekuasaan Belanda.

Setelah itu, ia diasingkan bersama istrinya, I'Mane'ne Karaengta Ballasari dan juga bersama dengan anak-anaknya selama 3,5 tahun di Rantepao, Tana Toraja.

Lalu, pada tanggal 21 Desember 1957, Andi Mappanyukki yang saat itu masih bergelar Raja Bone, diangkat menjadi Kepala Daerah Bone atas usulan dari Panglima Daerah Militer Sulawesi Selatan.

Akhir Hayat Andi Mappanyukki

(wikipedia)

Pada 18 April 1967, Andi menghembuskan nafas terakhirnya di Jongaya. Kemudian jenazahnya dikebumikan di pemakaman raja-raja Gowa atau Bone.

Namun, oleh masyarakat dan pemerintah Republik Indonesia, makamnya di letakkan di Taman Makam Pahlawan Makassar dan dengan upacara kenegaraan.

Setelah wafat, berdasarkan Surat Keppres No. 089/TK/2004 tanggal 5 November 2004, Andi Mappanyukki dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional.

Selain jasa-jasanya untuk Sulawesi Selatan, ia juga pernah menjadi penasihat BPUPKI sebelum Indonesia merdeka.

Kemudian setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Kerajaan Bone merupakan bagian dari NKRI.

Tekad dan jasa-jasa Andi Mappanyukki, bahkan diwariskan dan diteruskan oleh anaknya, salah satunya Andi Pangeran Petta Rani dan Andi Abdullah Bau Massepe.

Arif Prasetyo
Arif Prasetyo

A seo writer who writes about "Evergreen" content.

Who is starting a career at the Limapagi company.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.