Mitigasi La Nina di Indonesia, Ahli Diminta Manfaatkan Teknologi

LIMAPAGI - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong akademisi dan para ahli berinovasi memanfaatkan teknologi dalam memitigasi potensi badai La Nina di Indonesia. Motivasi PUPR itu ditujukkan kepada Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan, HATHI dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital mengingat besarnya tantangan pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) seperti prasarana pengendali banjir ketika munculnya La Nina.

Baca Juga: Kementan Ungkap Strategi Antisipasi Ancaman La Nina

Namun menurutnya, hal itu dapat diantsisipasi dengan pengelolaan SDA yang terpadu (Integrated Water Resources Management - IWRM) dan diwujudkan melalui penerapan Smart Water Management System (SWM).

"Pengelolaan SDA dapat dilakukan dengan lebih baik dan berkelanjutan, dengan decision support system yang handal berbasis sistem cerdas," kata Fatah dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, 31 Oktober 2021.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya sudah memprediksi potensi badai La Nina akan terjadi pada akhir tahun 2021 dan awal 2022.

Zainal Fatah menuturkan, melalui Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Seminar Internasional diharapkan HATHI dapat menemukan terobosan agar semakin siap dan siaga akan kejadian La Nina tahun ini.

Baca Juga: BNPB Minta BPBD Seluruh Indonesia Siap Siaga Hadapi La Nina

HATHI sebagai wadah dan sarana para engineers untuk berkarya, diharapkan dapat memberikan solusi kerekayasaaan yang handal dalam menjawab tantangan pengelolaan SDA di Indonesia.

"Saya ingin mengingatkan kembali bahwa dalam melaksanakan pengelolaan SDA yang berkelanjutan, keterpaduan pendekatan secara struktural dan non struktural sangat penting," ujarnya.

Selain berfokus pada pendekatan struktural dan non struktural, menurut dia, pendekatan pengelolaan yang bersifat non-engineering juga tidak kalah penting.

"Partisipasi seluruh pemangku kepentingan, terutama kelompok masyarakat perlu didorong agar dapat diposisikan sebagai pemeran utama," tandasnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post