Pelatih Timnas Prancis Sebut Kylian Mbappe Tetap Dapat Dukungan

LIMAPAGI - Timnas Prancis secara mengejutkan tersingkir dari babak 16 besar Piala Eropa 2020

Les Bleus takluk dari Swiss dalam drama adu penalti 4-5 pada Selasa, 29 Juni 2021, di Arena Nationala.

Penyerang Prancis, Kylian Mbappe, menjadi eksekutor satu-satunya yang gagal mencetak gol pada adu penalti.

Meski begitu, pelatih Prancis, Didier Deschamps, tidak mencari kambing hitam. Ia tetap memotivasi Mbappe untuk mengambil pelajaran berharga dari kekecewaan tersebut. 

"Ini akan membantu semua orang untuk berpikir. Jika Mbappe mencetak gol (di Piala Eropa), ia bisa menentukan pertandingan. Ia bertanggung jawab mengambil penalti tersebut." 

“Tidak ada yang marah dengannya. Saya berbicara dengan para pemain. Kami tahu kekuatan tim ini. Kami memiliki momen indah bersama.”

"Hari ini benar-benar menyakitkan, ada banyak kesedihan," kata Deschamps di ESPN.

Pelatih berusia 52 tahun itu juga membantah tidak ada pemain Prancis yang menghibur Mbappe setelah gagal menendang penalti.

"Seluruh pemain bersatu di ruang ganti. Tidak ada yang berbicara ini, salah siapa dan saling menyalahkan. Mbappe tahu tanggung jawabnya," tutur Deschamps.

Sementara itu, setelah gagal mencetak gol, Mbappe kemudian menuliskan kekecewaanya di Twitter pribadi.

"Ini adalah hal yang sangat sulit untuk menatap ke depan. Kesedihan sangat besar setelah tereliminasi. Kami tidak bisa mencapai tujuan kami," tulis Mbappe.

“Saya minta maaf atas penalti. Saya ingin membantu tim, tetapi saya gagal. Untuk bersantai akan sangat sulit.”

"Saya tahu penggemar akan kecewa, tetapi saya tetap menguncapkan terima kasih atas dukungan fan yang selalu percaya kepada kami," ujar Mbappe.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post