Tanggapan WHO soal Molnupiravir yang Disebut Ampuh Jadi Obat Covid-19

LIMAPAGI - Obat Covid-19 yaitu Molnupiravir menjadi perbincangan hangat dunia, bukan tanpa sebab produk dari Merck and Co Inc ini disebut memiliki dampak besar. 

Bahkan, obat molnupiravir dipercaya mampu menekan kematian dan rawat inap hingga 50 persen, tentunya hal ini menjadi angin segar untuk percepatan pandemi di seluruh dunia. 

Baca Juga: 5 Fakta Molnupiravir, Obat yang Dinilai Ampuh Melawan Covid-19

Namun demikian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menunggu perkembangan atau uji klinis yang sedang dilakukan. 

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Juru Bicara WHO Christian Lindmeier dalam briefing PBB di kantor Jenewa menjelaskan lebih lanjut sikap badan kesehatan dunia akan klaim tersebut.

"Memang, ini adalah perkembangan yang menarik. Kita harus melihat data lengkap tentang itu. Jika itu benar, maka itu adalah senjata lain di dunia. melawan pandemi COVID-19," kata Christian, dirangkum  Limapagi dari Reuters. 

Bicara obat satu ini ternyata sudah diminati banyak negara. Di Asia saja sudah ada Singapura, Korea Selatan, hingga Thailand. Namun, pihak Kementerian Kesehatan Singapura tak ingin menyebutkan angka pesanan pasokan obat ini. 

Sementara itu di Indonesia sendiri pihak Kementerian Kesehatan RI masih menunggu hasil dan sudah melakukan pendekatan. 

"Jadi obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya dan kita juga sudah merencanakan untuk beberapa sudah mulai uji klinis," kata Menkes dalam siaran pers. 

Namun demikian walaupun sudah diminati banyak negara, obat satu ini dinilai tak terlalu manjur oleh India. Bahkan, hanya bisa digunakan pada pasien dengan gejala sedang dan ringan. 

Baca Juga: Erick Thohir: Obat Terapi Covid-19 Tersedia, Siap saat Rakyat Butuh

Jadi, dapat disimpulkan banyak negara termasuk WHO masih menunggu hasil uji klinis atas kemanjuran obat oral satu ini untuk digunakan. 


 

Afrizal Abdul
Afrizal Abdul

Reporter who focuses on lifestyle, is more in-depth about health, travel and parenting.

Education: State Polytechnic of Creative Media Jakarta, Diploma in Communication Studies.

First plunged into the media industry focused on lifestyle for two years, and has a strong network of relationships. Either with doctors, psychologists or influencers.

He has experience as an intern at DepokPos, by writing on various issues, from travel, culinary to sports. Furthermore, working experience at Akurat.co as a lifestyle reporter.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.