25 Kabupaten Kota di Jateng Zona Merah, Ganjar Minta 7 Ribu RT Lockdown

LIMAPAGI - Sebanyak 25 daerah dari 35 kabupaten kota di Jawa Tengah (Jateng) kini berstatus zona merah Covid-19. Karenanya, Gubernur Ganjar Pranowo minta kepala daerah segera melakukan lockdown 7 ribu RT di daerah rawan penularan corona itu.

"Kalau kemarin ada 5.700 RT yang masuk zona merah, hari ini sudah 7 ribu lebih. Maka saya minta harus lockdown. Harus sekarang, kalau kemarin nggak, maka sekarang harus," kata Ganjar Pranowo usai rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Senin, 28 Juni 2021.

Data terbaru 25 kabupaten kota zona merah Covid-19 itu adalah Kota Semarang, Demak, Kudus, Jepara, Grobogan, Pati, Rembang, Kabupaten Semarang, Sragen, Blora, Kendal, Batang, Pemalang, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Pemalang, Brebes.

Kemudian ada juga daerah tengah hingga pesisis selatan seperti Kabupaten Magelang, Purworejo, Banjarnegara, Kebumen, Cilacap, Wonogiri serta Sukoharjo dan Karanganyar.

Menurut Ganjar, dengan lockdown mikro tingkat RT itu, maka penanganan kasus Covid-19 di Jateng bisa dikendalikan. Aparat dari TNI maupun Polri sudah dikoordinasikan untuk mendukung pengamanan pembatasan akses mobilitas beserta penerapan PPKM Mikro itu.

"Nanti pengamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sudah kami komunikasikan," ucapnya.

Dengan makin meluasnya penyebaran Covid-19 ini maka kali ini Ganjar mengeluarkan instruksi khusus terkait lockdown ribuan RT itu.

"Kalau kemarin kan hanya surat edaran, rasanya kalau hanya surat edaran kurang maksimal. Maka sekarang saya keluarkan perintah, instruksi," ujar dia.

Selain pembatasan akses, dalam instruksi itu Ganjar minta meminta adanya keseragaman dalam kebijakan penanganan Covid-19 antarwilayah di Jateng.

"Kalau kemarin saya melihat ada yang beda-beda. Maka sekarang harus diseragamkan. Misalnya kalau ada satu daerah yang effortnya bagus terkait penambahan tempat tidur di rumah sakit atau isolasi terpusat, daerah lainnya juga harus ikut. Sebab kalau tidak, maka rakyat akan cari fasilitas-fasilitas bagus di daerah tetangga," ucapnya.

Masing-masing kepala daerah diminta memiliki tanggung jawab pada rakyatnya. Kalau itu dilakukan, maka sinergitas penanganan wabah akan bisa berjalan dengan baik

Semua kegiatan yang menimbulkan keramaian semuanya juga dimintra ditunda atau dilarang.

"Kalau nekat, bubarkan. Tidak boleh ragu. Karena kondisi saat ini butuh perhatian lebih serius lagi," tukas dia.
 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post