Indef: Besaran Subsidi Gaji Tak Bisa Penuhi Kebutuhan Dasar Pekerja

LIMAPAGI - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp8,8 triliun untuk subsidi gaji atau bantuan subsidi upah (BSU). Anggaran tersebut akan disalurkan kepada 1 juta calon penerima dari total 8,73 juta pekerja yang diproyeksikan menerima BSU.

Direktur Program institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti memastikan, program BSU ini tidak serta-merta dapat langsung mengatrol daya beli di tingkat masyarakat. Besaran jumlah yang diberikan, menjadi faktor utama pertimbangan Esther terhadap efektivitas program BSU tersebut.

Baca Juga: Menaker Kantongi Data Subsidi Gaji, Ini Skema Penyaluran Dananya

Sebagai informasi, pemerintah akan menyalurkan dana BSU sebesar Rp500 ribu per bulan selama dua bulan yang akan diberikan sekaligus sebesar Rp1 juta kepada pekerja/buruh yang memenuhi persyaratan.

"Tidak bisa meng-cover kebutuhan hidupnya," kata Esther kepada Limapagi, Sabtu 31 Juli 2021.

Baca Juga: Menaker Ida Sudah Kantongi 1 Juta Data Calon Penerima Subsidi Gaji

Lebih lanjut Esther berpendapat, seharusnya pemerintah lebih memberikan pembekalan keterampilan dan juga edukasi kepada masyarakat agar selama dalam masa pembatasan mobilitas mereka tetap dapat memiliki penghasilan sendiri.

"Misalnya bercocok tanam hidroponik kemudian dijual lewat online atau membuat makanan atau produk lainnya dilakukan di rumah dijual lewat online. Itu baru akan efektif," ujarnya.

Di samping itu, anggaran dana bantuan sosial yang dikucurkan oleh pemerintah melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diyakini belum begitu cukup untuk menopang tingkat konsumsi masyarakat.

"Karena saya yakin anggaran bansos juga sedikit mengingat total Dana PEN hanya berkisar 7,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)," ucapnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.