Jaktour Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi: Kasus Lama, Pelaku Dipecat 2017

LIMAPAGI - Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Pemprov DKI Jakarta, PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) mengapresiasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dalam mengusut kasus dugaan korupsi yang mencatut namanya.

Corporate Secretary, PT Jaktour, AT Erik Triadi mengatakan Kejati DKI Jakarta seharusnya menjelaskan bahwa dugaan kasus korupsi di Grand Cempaka Resort itu ditemukan pada hasil audit 2015.

"Kasus ini sudah berlangsung jauh sebelum kepemimpinan direksi saat ini, dan oknum karyawan tersebut sudah lama diberhentikan serta tidak lagi menjadi bagian dari PT Jakarta Tourisindo sejak Juni 2017," ujar Erik melalui keterangan tertulis, Kamis, 29 Juli 2021.

Erik mengatakan kasus dugaan korupsi tersebut mengindikasikan penyalahgunaan dana yang menyebabkan kerugian negara pada 2014-2015.

“Pada prinsipnya, kami tidak menoleransi adanya tindak pidana korupsi di internal perusahaan sehingga perusahaan tidak segan untuk mengakhiri hubungan kerja jika karyawan terbukti bersalah dalam kasus tindak pidana korupsi. Kami menghormati dan mengikuti proses hukum yang berlaku,” jelas Erik.

Kata Erik, dalam menjalankan bisnisnya, PT Jakarta Tourisindo selalu menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik alias Good Corporate Governance. Erik menuturkan pihaknya juga menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas dan independensi yang dijalankan dengan konsisten.

"Oleh karena itu, semua operasional perusahaan selalu patuh dan berada dalam koridor norma dan aturan hukum yang berlaku," ujar Erik.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post