Jalani Sidang Perdana Kasus Narkoba, Anji Didakwa Dua Pasal Sekaligus

LIMAPAGI - Penyanyi Erdian Aji Prihartono alias Anji hari ini menjalani sidang perdana terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba, Rabu, 15 September 2021. Sidang tersebut digelar secara virtual. Dalam sidang yang berlangsung, Anji tidak didampingi oleh kuasa hukumnya. 

"Saya sendiri," ujar Anji yang menghadiri sidang secara virtual melalui Zoom, langsung dari RSKO Cibubur.

Baca Juga: Anji Jalani Rehabilitasi Selama 3 Bulan di RSKO Cibubur

Sidang perdana ini beragendakan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Anji dengan dua pasal yakni, Pasal 111 ayat (1)  Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 111 ayat (1) ) Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas Jaksa Josep Christian dalam persidangan.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” lanjut Josep.

Bukan tanpa alasan Anji didakwa dengan dua pasal sekaligus. Hal ini dikarenakan Anji telah menyimpan dan mengonsumsi ganja.

Baca Juga: Sepekan Anji Ditahan, Wina Natalia Tulis Pesan Haru

Sekadar mengingatkan, Anji ditangkap Satresnarkoba Polres Jakarta Barat di kediamannya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada 11 Juli 2021.

Saat penangkapan polisi menemukan delapan linting ganja yang disembunyikan di speaker.

Namun setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, polisi menemukan sejumlah barang bukti lainnya, seperti biji-bijian ganja, tujuh kertas papir berbagai merk, satu toples kaca bening berisi daun ganja, satu boks kardus masker penutup mata, dan satu buku berjudul Hikayat Pohon Ganja.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.