Mengenal Apa Itu Eksibisionis, Aksi Pamer Payudara yang Dilakukan oleh Siskaeee

LIMAPAGI - Dunia jagat media beberapa waktu terakhir dihebohkan oleh aksi pamer payudara yang dilakukan oleh perempuan pemilik nama akun Siskaeee. Diketahui, perempuan tersebut melakukan pamer payudara dan alat vital di area parker Bandara Internasional Airport (YAI) Kulon Progo, Yogyakarta.

Video berdurasi 1 menit 23 detik tersebut pun berakhir viral di media sosial.

Rupanya, Siskaeee sudah beberapa kali membuat video mesum. Salah satunya di OnlyFans seperti dalam video di Bandara YIA tersebut. Aplikasi ini memang sering digunakan para kreator video, termasuk konten pornografi. Namun sejak 1 Oktober 2021 OnlyFans melarang konten pornografi.

Baca Juga: Siskaeee, Eksibisionis Pamer Payudara Bandara YIA Tiba di Yogyakarta

Apa yang dilakukan oleh Siskaeee ini masuk dalam gangguan jiwa yang berkaitan dengan seksualitas yang dinamakan Eksibisionis. Berikut penjelasan lengkapnya seperti yang dilansir dari PsychologyToday,Senin, 6 Desember 2021.

Apa itu eksibisionis?

Eksibisionis adalah suatu kondisi yang ditandai oleh dorongan, fantasi, atau tindakan mengekspos alat kelamin seseorang kepada orang lain, terutama orang asing.

Ada beberapa subtipe dari gangguan eksibisionis. Hal ini ditentukan kepada siapa ia melakukan aksinya tersebut. Contohnya, preferensi menunjukkan alat kelamin kepada anak-anak praremaja, orang dewasa, atau keduanya.

Prevalensi gangguan eksibisionis tidak diketahui, tetapi diperkirakan mempengaruhi sekitar 2-4 persen populasi pria. Kondisi ini kurang umum pada wanita, meskipun perkiraan prevalensi tidak diketahui.

Pelaku eksibisionis memiliki keinginan yang kuat untuk diamati oleh orang lain ketika melakukan aktivitas seksual. Celakanya, hal ini bahkan bisa membuat mereka semakin bergairah secara seksual.

Orang eksibisionis merasa senang untuk mengejutkan korbannya. Namun, eksibisionis umumnya hanya terbatas pada memperlihatkan alat kelamin saja. Kontak seksual secara langsung dengan korban jarang terjadi.

Namun, pelakunya bisabermasturbasisambil mengekspos dirinya sendiri dan memiliki kepuasan seksual terhadap perilakunya tersebut.

Gejala

Diagnosis gangguan eksibisionis dapat dibuat jika kriteria berikut terpenuhi. Yakni, selama periode setidaknya enam bulan, seseorang memiliki fantasi, perilaku, atau dorongan seksual yang berulang dan intens untuk mengekspos alat kelaminnya kepada orang lain tanpa persetujuan.

Dorongan seksual tersebut menyebabkan pelaku eksibisionis mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan termasuk di tempat kerja atau dalam situasi sosial sehari-hari.

Baca Juga: Siskaeee, Eksibisionis Pamer Payudara di Bandara YIA Ditangkap

Penyebab

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami gangguan eksibisionis mulai dari gangguan kepribadian antisosial, penyalahgunaan alkohol, dan kecenderungan pedofilia.

Faktor lain yang mungkin terkait dengan eksibisionisme termasuk pernah mengalami pelecehan seksual dan emosional selama masa kanak-kanak dan kesenangan seksual di masa kanak-kanak.

Timbulnya kondisi ini biasanya terjadi pada masa remaja akhir atau awal masa dewasa. Mirip dengan preferensi seksual lainnya, preferensi dan perilaku seksual eksibisionistik dapat berkurang seiring bertambahnya usia.

Sara Agustriana
Sara Agustriana

Reporter for the Lifestyle Channel at Limapagi.id

Sara focuses about travel dan food.

KABAR LAINNYA