Konsisten Layani Konsultasi Daring, Dokter asal Kudus Dapat Penghargaan Nasional

LIMAPAGI - Anugerah Fasilitas Kesehatan (Faskes) Praktik Perorangan Paling Berkomitmen tingkat nasional dari BPJS Kesehatan tahun ini jatuh pada dr Mutiara Dian Puspa Rini, dokter asal Kudus, Jawa Tengah. Layanan konsultasi kesehatan daring yang digagasnya sukses mendulang apresiasi dan prestasi.

Mutiara mengatakan, layanan konsultasi kesehatan daring telah konsisten diberikannya sejak tahun 2015. Aplikasi Whatsapp miliknya seolah menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengeluhkan permasalahan kesehatannya.

"Saya sejak 2015 sudah layani konsultasi non tatap muka. Kalau ada pasien WA, SMS atau telepon saya layani 24 jam," ujarnya, Selasa 19 Oktober 2021.

Baca Juga: Siswa Jadi Korban Bullying di Kudus, Mediasi Tak Membuahkan Hasil

Lebih rinci, dr Mutiara mengungkapkan konsultasi daring yang dilakukannya sebatas memberikan pertolongan pertama pada pasien. Misalnya, ada pasien yang mengeluhkan gejala tertentu, akan diarahkannya untuk mengkonsumsi atau melakukan sesuatu meringankan gejalanya.

"Bu saya mengalami ini, saya harus berbuat apa? Saya di rumah punya obat A, B, C, D. Sebatas memberikan pertolongan pertama. Jika tidak ada perkembangan tetap saya arahkan periksa ke fasilitas kesehatan terdekat," ungkapnya.

Tak hanya untuk konsultasi daring, nomor Whatsapp pribadinya juga digunakan untuk pendaftaran pemeriksaan kesehatan sekaligus sosialisasi layanan kesehatan lain di aplikasi mobile JKN.

"Sejak pandemi ini pendaftaran memang saya alihkan ke daring. Untuk mengurangi kerumunan di klinik. Jumlah kapasitas kami 3.930 orang, jumlah kunjungan pasien per hari ada sekitar 80 orang," imbuhnya.

Baca Juga: Maling Nekat di Kudus, Dua Traktor Milik Petani Dicuri

Selain itu klinik yang terletak di Perum Kudus Permai 3 nomor 1, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu itu juga telah menyediakan layanan ultrasonografi (USG). Layanan ini diberikan sebagai deteksi dini penyakit.

"USG tidak hanya digunakan untuk kandungan saja, manfaatnya banyak. Ini untuk deteksi dini saja, adakah kelainan di dalam tubuh seseorang. Kalau ada, kami akan rujuk ke rumah sakit untuk dilakukan diagnosa dan pengobatannya," pungkasnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post