Biografi Singkat Frans Kaisiepo, Pahlawan Pemersatu Papua

LIMAPAGI - Frans Kaisiepo merupakan salah satu pahlawan nasional yang berasal dari tanah Papua.

Ia adalah seseorang yang berhasil menyatukan Irian Barat menjadi bagian dari negara Republik Indonesia.

Lantas bagaimana kisah lengkapnya? Berikut Limapagi telah menyusun biografi singkat dari Frans Kaisiepo.

Biografi Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo

Pada masa yang bergejolak saat Irian Barat belum secara resmi masuk dalam bagian RI, Frans Kaisiepo berjuang agar Papua tak jatuh ke tangan Belanda.

Biodata Frans Kaisiepo

NamaFrans Kaisiepo
PanggilanFrans Kaisiepo
Tempat dan Tanggal LahirBiak, Hindia Belanda, 10 Oktober 1921
WafatJayapura, Papua, Indonesia 10 April 1979
AgamaIslam
Orang TuaAyah: Albert Kaisiepo

Ibu: Albertina Maker
PasanganAnthomina Arwam

Maria Magdalena Moorwahyuni
AnakSuzanah Kaisiepo, Kartini
GelarPahlawan Nasional

Latar belakang Frans Kaisiepo

Frans Kaisiepo lahir pada 10 Oktober 1921 di Biak, pada masa kolonial Hindia Belanda. Ia merupakan anak dari Albert Kaisiepo dan Albertina Maker.

Ia kemudian bersekolah di sekolah guru agama Kristen di Manokwari. Lalu ia melanjutkan ke sekolah kursus Pegawai Papua di kota NICA, atau sekarang disebut Kampung Harapan.

Nasionalisme tinggi seorang Frans Kaisiepo

(Pemerintah Provinsi Papua) Frans Kaisiepo dan nasionalisme tinggi

Frans bertemu dengan Sugoro Atmoprasodjo pada tahun 1945 di Sekolah Kursus Pegawai. Keduanya sama-sama memiliki nasionalisme yang tinggi.

Frans pun mulai ikut pertemuan rahasia yang membahas aneksasi Nugini Belanda oleh Republik Indonesia.

Frans Kaisiepo menjadi orang pertama yang mengibarkan Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di tanah Papua, tepatnya pada 31 Agustus 1945.

Kemudian pada Juli 1946, Frans menjadi utusan Nugini Belanda untuk ikut Konferensi Malino di Sulawesi Selatan.

Bertindak sebagai juru bicara, ia menyarankan untuk menamai wilayahnya tersebut sebagai 'Irian' atau yang berarti 'tempat yang panas' dalam bahasa Biak.

Setelahnya, pada Maret 1948, Frans terlibat dalam pemberontakan Biak, untuk memprotes pemerintahan Belanda. Ia pun ditangkap dan dipenjara dari 1954 hingga 1961.

Jasanya mempersatukan Papua dengan Republik Indonesia

(Irian Barat dari Masa ke Masa. 1971) Frans Kaisiepo mempersatukan Irian Barat

Setelah bebas pada 1961, Frans langsung mendirikan Partai Irian sebagai upaya dalam menyatukan Irian Barat ke Indonesia.

Presiden Soekarno juga pada 19 Desember 1961 membentuk Trikora, sebagai bentuk perlawanan dan menggagalkan terbentuknya Negara Papua.

Aksi Trikora berujung pada penandatanganan Belanda terhadap perjanjian New York 15 Agustus 1962.

Hal itu membuat pengalihan penyelenggaraan pemerintahan ke UNTEA pada Oktober 1962. Dan pengalihan Irian Barat ke Indonesia oleh PBB pada 1 Mei 1963.

Kemudian posisi gubernur dipegang oleh Elias Jan Bonai. Tapi ia mengundurkan diri dan membelot dengan membentuk Organisasi Papua Merdeka.

Saat itulah Frans Kaisiepo menjabat menjadi gubernur, dan mempersatukan Papua dengan Indonesia, awalnya sebagai Provinsi Irian jaya di tahun 1969.

Wafat dan gelar pahlawan

(Banknote News) Frans Kaisiepo dalam mata uang Rupiah

Setelah kiprah dan jasanya untuk Papua serta Indonesia, Frans Kaisiepo wafat pada 10 April 1979, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih di Biak.

Atas jasanya yang besar terhadap bangsa, Frans dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana Kelas Dua oleh Pemerintah Indonesia.

Ia juga kemudian diangkat secara anumerta sebagai Pahlawan Nasional, tepatnya pada peringatan 30 tahun penyerahan Papua ke Indonesia, tahun 1993.

Frans Kaisiepo juga menjadi salah satu pahlawan nasional yang menghiasi mata uang Rupiah, tepatnya pada nominal Rp10.000.

Tentu rasa nasionalisme tinggi yang diperlihatkan Frans Kaisiepo, bisa jadi teladan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Kegigihannya dalam mempertahankan tanah air, patut dicontoh untuk membangun masa depan Indonesia kearah yang lebih baik.

Reza Alif Noviari
Reza Alif Noviari

Experienced Seo Content Writer with several background in media industry

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.