Ferdinand Hutahaean Jadi Tersangka dan Ditahan Imbas Cuitan 'Allahmu Lemah'

LIMAPAGI - Eks politisi partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus dugaan ujaran kebencian atas cuitan 'Allahmu Lemah' pada Senin malam, 10 Januari 2022.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Ferdinand ditetapkan sebagai tersangka usai pihaknya melakukan gelar perkara.

"Setelah dilakukan gelar perkara, penyidik atau tim penyidik Direktorat Siber telah mendapatkan dua alat bukti sesuai dengan Pasal 184 KUHAP. Sehingga, menaikkan status saudara FH (Ferdinand Hutahaean) dari saksi menjadi tersangka," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin malam.

Baca Juga: Virtual Police Sebut Kontribusi Twitter Tertinggi Sebar Ujaran Kebencian

Barang bukti yang disita dalam pemeriksaan tersebut di antaranya dua keping DVD, satu hasil tangkapan layar, dan handphone Ferdinand. Ramadhan menyampaikan, Ferdinand diperiksa menjadi saksi sejak Senin kemarin pukul 10.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Selain itu, penyidik Polri juga memeriksa 17 orang saksi dan 21 saksi ahli. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ferdinand langsung ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan (Rutan) cabang Jakarta Pusat di Mabes Polri. Ramadhan menyampaikan, ada dua alasan yang membuat Ferdinand ditahan.

"Alasan yang pertama alasan subjektif, dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri, dihawatirkan yang bersangkutan mengulangi perbuatan lagi, dan dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. Sedangkan alasan objektifnya ancaman (hukuman penjara) yang disangkakan kepada tersangka di atas 5 tahun," jelas Ramadhan.

Atas perbuatannya, Ferdinand dijerat Pasal 14 ayat (1) dan (2) KUHP dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal itu mengatur soal pelanggaran yang diduga bermuatan ujaran kebencian dan berpotensi menimbulkan keonaran.

"Ancamannya secara keseluruhan 10 tahun (penjara)," tutur Ramadhan.

Nama Ferdinand Hutahaean menjadi sorotan usai mengunggah kalimat kontroversi lewat akun Twitter-nya @FerdinandHaean3 pada 4 Januari 2022. Bahkan, tagar #TangkapFerdinand trending di Twitter usai cuitan tersebut.

Cuitan itu, yakni "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela". Namun, cuitan tersebut telah dihapus.

Baca Juga: Dugaan Ujaran Kebencian, Bahar bin Smith Diperiksa Polda Jabar pada 3 Januari

Ferdinand pun telah memberikan klarifikasi. Cuitan itu diklaim dia tak menyasar kelompok atau agama tertentu. Selain itu, cuitan tersebut merupakan buah pemikiran dan hatinya di saat kondisinya tengah lemah.

Setelah cuitan tersebut menjadi viral, Ferdinand dilaporkan ke polisi oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Rabu, 5 Januari 2022.

KABAR LAINNYA