Bos OJK Sebut Restrukturisasi Kredit Perbankan Mulai Melandai

LIMAPAGI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim tren restrukturisasi kredit yang dilakukan oleh industri perbankan di Tanah Air yang sempat mencapai hampir senilai Rp1.000 triliun kini terus melandai. Hal ini seiring membaiknya situasi pandemi.

"Restrukturisasi kredit posisi terakhir mencapai Rp744,75 triliun di mana tren restrukturisasi kredit terus melandai dan bahkan kita harapkan angka terakhir sudah lebih rendah dari itu, kira-kira sudah mencapai Rp720 triliun," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Jakarta, Kamis, 14 Oktober 2021.

Baca Juga: Restrukturisasi Jiwasraya Capai 97 Persen, Bagaimana Nasib Nasabahnya?

Wimboh pun menilai hal tersebut tak lepas dari sinergi kebijakan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan selama masa pandemi ini. Khususnya melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

"Itu merupakan payung hukum kita semua dalam menangani pandemi COVID-19 bagi perekonomian kita dan sektor keuangan. Kebijakan-kebijakan tersebut juga kita lakukan dengan sangat hati-hati dan terintegrasi seluruh sektor," ujar Wimboh.

Baca Juga: Restrukturisasi Utang Rp29,2 Triliun, Waskita Karya Negosiasi dengan 21 Bank

Berikutnya, mengutip Antaranews, pemulihan ekonomi pada sektor yang terdampak langsung oleh pandemi juga akan terus dipantau oleh OJK dan restrukturisasi akan terus dilakukan.

"Dan bagaimana kita bisa memberikan top up pinjaman terhadap sektor tersebut sehingga pada saatnya apabila sektor pariwisata ini sudah bangkit kembali, kita siap melayani dari berbagai transportasi hotel, kafe, dan servis-servis lain. Jangan sampai begitu pariwisata normal, ternyata kita tidak siap men-serve adanya potensi besar dari pariwisata tersebut," ujar Wimboh.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post