Pinjol Ilegal di Yogya Peras Korban dengan Bunga Berlipat Ganda

LIMAPAGI - Polda Jawa Barat (Jabar) membongkar perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal di Sleman, Yogyakarta. Dalam melakukan aksinya, perusahaan pinjol ini "memeras" korbannya dengan bunga pinjaman fantastis.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jabar Kombes Arif Rachman, mengatakan, bunga yang dikenakan pinjol ilegal ini berkali-kali lipat dari jumlah pinjaman.

"Per hari ilustrasi Rp5 juta (pinjaman nasabah) dalam waktu 1 bulan (keterlambatan) korban harus mengembalikan Rp80 juta," ucap Arif saat ungkap kasus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis, 21 Oktober 2021.

Baca Juga: Korban Pinjol Ilegal di Yogya Diteror hingga ke Keluarga Besarnya

Arif menambahkan, masyarakat menengah ke bawah menjadi sasaran utama perusahan pinjol ini. Pasalnya, jumlah uang yang dipinjamkan berkisar Rp2-10 juta.

"Jadi sebenernya pasar daripada pinjol ini micro ada 2 juta sampai 10 juta tapi bunganya fantastis," ujar dia.

Perusahaan pinjol ilegal di Sleman digerebek &Polda Jabar bersama Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis 14 Oktober 2021.

Baca Juga: Terlanjur Terjerat Pinjol Ilegal? Enggak Usah Bayar!

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 86 orang untuk diperiksa di Mapolda Jabar. Setelah pemeriksaan, Polda Jabar menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Masing-masing memiliki peran berbeda dalam bisnis pinjol ilegal ini.

Adapun delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah RS sebagai manager atau otak daripada pinjol ilegal ini, GT menjabat asisten manajer, AZ dan RS sebagai HRD, MZ sebagai IT Support, EA sebagai leader tim desk collection, AB sebagai desk collection, EM sebagai leader tim desk collection.

Berdasarkan hasil pendalaman, perusahaan pinjol ini menjalankan 23 aplikasi pinjol ilegal.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post