Bidik Saham Farmasi saat Covid-19 Melonjak, Untung Apa Buntung?

LIMAPAGI – Tingginya lonjakan kasus Covid-19 menjadi momentum tersendiri bagi saham sektor farmasi. Terlebih lagi, sektor tersebut kaitan erat dengan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Direktur PT Indovesta Utama Mandiri Rivan Kurniawan menilai hal itu dapat dicermati ke dalam dua sudut pandang yang berbeda. Jika dari sudut pandang trader, maka sekarang adalah kesempatan yang baik untuk membidik saham dari sektor farmasi.

“Kalau dari sudut pandang trader, dengan memanfaatkan sentimen kemudian memanfaatkan teknikal analisis, mungkin ini bisa jadi momentum,” kata Rivan dalam diskusi virtual pada Selasa, 29 Juni 2021.

Sementara itu, jika melihat dari sudut pandang investor, maka Rivan tidak merekomendasikan pembelian saham di sektor farmasi bagi mereka yang hendak melakukan investasi jangka menengah dan panjang.

“Karena sampai dengan setidaknya kuartal I 2021, laporan keuangannya belum terlalu menggembirakan juga. Memang lebih bagus jika dibandingkan dengan 2020, tetap jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ini masih tidak lebih baik sebenarnya.” jelas dia.

Lebih lanjut, Rivan memaparkan secara fundamental kondisi kepemilikan cash yang dimiliki oleh PT Indofarma Tbk (INAF). Pada 2021 INAF disebutkan hanya memiliki cash sebesar Rp20 miliar, yang mana jumlah tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp158 miliar.

“Dari sisi probabilitasnya di tahun 2021 ini kuartal I dari total omzet memang meningkat ya, dibanding tahun sebelumnya. Tapi labanya itu hanya Rp1,8 miliar. Jadi kecil sekali sebenarnya,” terang dia.

Kendati demikian, Rivan memberikan saran bagi para trader yang ingin melakukan trading untuk lebih memperhatikan beberapa kondisi-kondisi agar tetap mendapatkan keuntungan.

“Jadi misalkan untuk yang trading, mungkin perlu dipasang seperti trailing stop-nya. Kalau misalkan trennya patah, setidaknya bisa menjual di harga yang positif. Tidak perlu sampai harus jual di harga bawah,” ucap dia.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post