Kemenkes Tingkatkan 3T untuk Hadapi Lonjakan Covid-19 Varian Omicron

LIMAPAGI - Kementerian Kesehatan akan meningkatkan 3T, yaitu Testing, Tracing, dan Treatment untuk menghadapi lonjakan Covid-19, termasuk varian Omicron di Tanah Air.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan 3T bakal gencar dilaksanakan terutama di daerah yang berpotensi mengalami penularan kasus tinggi.

''Langkah antisipasi penyebaran Omicron telah kita lakukan dengan menggencarkan 3T terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali,'' tutur Siti dalam keterangan resmi dikutip Sabtu, 15 Januari 2022.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Varian Omicron di Jakarta Bertambah Jadi 725 Orang

Kemenkes telah mendistribusikan kit S-gene target failure (SGTF) ke seluruh laboratorium pembina maupun pemerintah untuk langkah testing. Pihaknya pun mendorong kapasitas pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dan SGTF untuk dipercepat, sehingga penemuan kasus bisa dilakukan sedini mungkin.

Untuk tracing, Kemenkes akan meningkatkan rasio tracing pada daerah yang jumlah kasus positifnya lebih dari 30 orang untuk mencegah penyebaran yang semakin luas. Proses tracing melibatkan s melibatkan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negar Republik Indonesia (Polri), dan masyarakat.

Sementara itu, dalam hal treatment, pihaknya menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat dan mendiri untuk kasus gejala ringan dan tanpa gejala. Sedangkan gejala sedang dan berat telah disiapkan rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur yang mencukupi.

Dengan demikian, kata dia pasien terkonfirmasi bisa menjalani isolasi dengan baik guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Selain menggencarkan 3T, Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga:Molnupiravir Jadi Obat Covid-19, BPOM Larang Ibu Hamil Konsumsi

Menurut hasil monitoring Kemenkes, kasus probable varian Omicron mulai naik sejak awal 2022 yang didominasi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Alhasil, varian Omicron mendominasi kasus harian Covid-19 Indonesia ketimbang varian Delta.

''Hal ini turut berdampak pada kenaikan kasus harian Covid-19 di Indonesia,'' ucapnya.

Berdasarkan data per Jumat, 14 Januari 2022 varian Omicron bertambah 66 orang, terdiri dari 33 pelaku perjalanan internasional dan 33 orang transmisi lokal. Dengan begitu, total kasus varian Omicron Dalam Negeri menjadi 572.

KABAR LAINNYA