Kehabisan Stok Vaksin, Realisasi Vaksinasi Covid-19 Sulsel Baru 22,91 Persen

LIMAPAGI - Cakupan vaksinasi di Provinsi Sulawesi Selatan(Sulsel) masih rendah, per 25 Juli 2021 pencapaian vaksinasi baru sekitar 22,91 persen dari total target penerima. 

Berdasarkan data  Dinas Kesehatan Sulsel masyarakat yang sudah divaksin dari seluruh kelompok mulai tenaga kesehatan, pelayanan publik, lansia, masyarakat umum maupun pelajar baru mencapai 1,6 juta atau dari target 7 juta penerima. 

"Kita harapkan dengan adanya program Sulsel Kebut Vaksin ini kita bisa dengan cepat mendorong cakupan vaksinasi kita. Apalagi saat ini banyak pihak yang ikut membantu memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat," kata Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Sulsel, Kamis, 29 Juli 2021.

Lambatnya cakupan vaksinasi di Sulsel karena terkendala stok vaksin yang mulai habis. Termasuk di beberapa kabupaten dan kota. "Sekarang sudah kita sudah salurkan vaksin-vaksin ini ke daerah. Termasuk stok yang kita punya kita sudah salurkan juga agar kita bisa cepat melakukan vaksinasi ini," katanya lagi. 

BACA JUGA : Setelah 10 Tahun Beroperasi, Warkop Korban Satpol PP Dipersoalkan Pemkab Gowa

Andi Sudirman mengaku, salah satu yang akan didorong agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dapat memenuhi target adalah menyasar remaja dan pelajar berusia 12 hingga 17 tahun yang merupakan sasaran dalam tahap ketiga. Salah satunya pada santriwan dan santriwati di bawah koordinator Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel.

"Kita harap Bapak Kakanwil Kemenag bisa membantu dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19, khususnya bagi pelajar madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah," katanya.

Menurutnya, saat ini pemerintah provinsi bekerjasama pemerintah daerah juga memprioritaskan vaksinasi di wilayah aglomerasi yang meliputi kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa atau Gowa, dan Takalar). Mengingat wilayah ini memiliki pergerakan masyarakat yang tinggi.

Terpisah, Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni menyebutkan, Kemenag Sulsel memiliki ratusan ribu siswa madrasah, puluhan ribu guru, dan penghulu, serta penyuluh agama yang belum divaksin.

Olehnya, ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi tersebut sebagai upaya membantu memenuhi target cakupan vaksinasi. Khususnya dalam membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. 

"Mereka semua berharap-harap cemas karena ada yang belum divaksin. Kami sudah berkoordinasi dengan kepala Kemenag kabupaten dan kota agar mengikuti vaksinasi yang dilaksanakan di wilayahnya masing-masing. Bahkan kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan Kabinda, agar dilaksanakan vaksinasi secara masif dan serentak," jelasnya. 
 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post