MUI Sulsel : Haram Beri Uang ke Pengemis di Jalanan

LIMAPAGI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel mengeluarkan fatwa bahwa haram memberikan uang kepada pengemis yang ada di jalanan. Fatwa dikeluarkan dengan nomor 01 tahun 2021, tentang eksploitasi dan kegiatan mengemis di jalanan dan ruang publik.

Sekretaris Umum MUI Sulsel Dr KH Muammar Bakri mengatakan, fatwa yang dikeluarkan oleh kepengurusan MUI Sulsel 2021-2026 merupakan fatwa perdana. Dan fatwa ini hasil dari pembahasan pakar dan ulama di Komisi Fatwa MUI Sulsel.

"Kegiatan mengemis atau meminta-minta di jalanan sangat meresahkan kita semua karena mengganggu ketertiban umum di jalan. Selain itu pelaku pengemis juga masih tergolong anak-anak yang rawan terhadap bahaya di jalanan," kata Muammar kepada wartawan, Minggu 31 Oktober 2021.

Baca Juga : Pimpinan LSM yang Viral Ngamuk di Bank, Terjaring Razia di Wisma

Menurutnya, aturan atau larangan memberi di jalan sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 2 tahun 2008, tentang larangan memberi uang kepada pengemis jalanan karena mengganggu ketertiban lalu lintas. Tapi, Perda ini kurang diindahkan masyarakat.

"Fatwa ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk lebih serius lagi menangani masalah ini karena pemerintah mempunyai kewajiban dan bertanggung jawab terhadap anak jalanan," ucapnya.

Dijelaskannya, anak-anak yang meminta di jalanan biasanya sengaja dieksploitasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan tertentu. Sehingga, MUI Sulsel juga berencana untuk menggandeng pihak terkait dalam menangani polemik ini.

"Jika ada pengemis di jalan maka berdosa pemerintah. Seharusnya tidak ada pemandangan peminta-minta di jalanan," tegasnya.


Berikut empat ketetapan hukum Fatwa MUI Sulsel;

1. Haram mengeksploitasi orang untuk meminta-minta.

2. Bagi pemberi, haram memberi kepada peminta-minta di jalanan dan ruang publik karena mendukung pihak yang mengeksploitasi pengemis serta tidak mendidik karakter yang baik.

3. Bagi pengemis, hukumnya haram jika yang bersangkutan mengemis padahal memiliki fisik yang utuh dan sehat serta karena faktor malas bekerja, Dan makruh jika yang bersangkutan meminta di jalanan/tempat publik yang bisa membahayakan dirinya.

4. Wajib bagi pemerintah untuk menyantuni, memelihara dan membina dengan sebaik-baiknya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post