Tahun Ajaran Baru di Kudus, Pembelajaran Sekolah Masih Daring

LIMAPAGI - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus mengumumkan sistem pembelajaran tahun ajaran baru 2021/2022 di sekolah masih menggunakan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Sebab status Kudus masih zona merah Covid-19.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Dian Vitayani mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pengetatan terhadap rencana pembelajaran tatap muka di sekolah. Pembelajaran tatap muka (PTM) hanya bisa dilakukan di sekolah yang berada di daerah zona hijau.

Awal tahun ajaran baru 2021/2022 di Kudus akan dimulai pada 12 Juli mendatang. Adapun sistem pembelajaran yang digunakan masih sama seperti tahun ajaran sebelumnya, yakni daring. Selain daring di beberapa sekolah terpencil juga terapkan pembelajaran luring.

Pembelajaran luring yang dimaksud adalah pengumpulan tugas-tugas ke sekolah. Disdikpora Kudus memperbolehkan siswa mengumpulkan tugas ke sekolah dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Skema pembelajaran ini biasanya diterapkan pada daerah-daerah pelosok yang memiliki kendala jaringan internet.

"Ini diperketat lagi, hanya zona hijau saja. Untuk zona kuning ini belum direkomendasikan. Apalagi oranye dan merah. Ini Kudus zonanya masih merah jadi pembelajarannya tetap daring atau luring," jelasnya Selasa, 29 Juni 2021.

Kendati begitu, Dian menegaskan pihaknya tetap menyiapkan sekolah di Kudus untuk menuju pembelajaran tatap muka. Seperti melakukan vaksinasi pada guru dan penyiapan sarana prasarana penunjang penerapan protokol kesehatan di sekolah.

"Kita tetap siapkan sekolah. Jadi nanti kalau Kudus zona hijau, semuanya sudah siap, tinggal jalan," katanya.

Lebih lanjut, Dian mengungkapkan jika pembelajaran yang dilakukan di zona hijau merupakan pembelajaran tatap muka terbatas. Artinya, pembelajaran tatap muka dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

"Pastinya menggunakan sistem shifting. Jumlah siswanya juga dibatasi, setengah dari kapasitas ruangan. Seminggu paling hanya sekali atau dua kali pertemuan. Itupun tidak full time," ujar dia.

Pada masyarakat, Dian mengingatkan untuk senantiasa disiplin protokol kesehatan. Dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Kita prokes diperketat saja, dengan begitu angka Covid-19 di Kudus bisa turun. Dan Kudus bisa jadi zona hijau, sehingga pembelajaran tatap muka terbatas bisa digelar kembali," pungkasnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post