Limbah B3 Medis Covid-19 Mulai Mengkhawatirkan, Ini Tiga Langkah KLHK

LIMAPAGI - Pemerintah tengah menangani banyaknya limbah bahan berbahaya beracun (B3) medis Covid-19. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan ada tiga langkah utama yang dilakukan pemerintah dalam menangani limbah B3 Covid-19 ini.

“Pertama, KLHK memberikan dukungan relaksasi kebijakan terutama untuk fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang belum memiliki izin. Mereka diberikan dispensasi operasi dengan syarat insenerator suhu 800 derajat celcius, dan diberikan supervise,” kata Siti, dalam keterangannya, Kamis 29 Juli 2021.

Baca Juga: Jokowi Siapkan Rp1,3 Triliun untuk Musnahkan Limbah Medis Covid-19

Siti menjelaskan, langkah kedua adalah memberikan dukungan sarana. Mengingat kapasitas untuk memusnahkan limbah medis masih sangat terbatas.

“Sarana pengelolaan limbah medis yang ada saat ini masih terpusat di Jawa, yakni lebih kurang 78 persen,” ungkapnya.

Dia menerangkan, sejak 2019 KLHK telah menyalurkan 10 unit insenerator atau alat pemusnah limbah berkapasitas 150 kg per jam dan 300 kg per jam. Di antaranya ke Sulawesi Selatan, Aceh, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Papua Barat, dan Kalimantan Selatan.

Langkah ketiganya, sambung dia, yaitu kegiatan pengawasan. Saat ini pihaknya memang masih dalam fase pengawasan untuk pembinaan, belum ke penegakan hukum pidana.

“Misalnya, pesan utamanya tidak boleh membuang limbah medis ke TPA,” tuturnya.

Data dari KLHK, limbah B3 medis Covid-19 hingga 27 Juli 2021 telah mencapai 18.460 ton. Berasal dari fasyankes, rumah sakit darurat, wisma isolasi, tempat uji deteksi maupun vaksinasi.

Baca Juga: Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 Tembus 18 Ribu Ton

Berikut sebaran limbah B3 medis dalam rentang waktu 9 Maret–27 Juli 2021 di beberapa provinsi:

  1. Jawa Barat: 74,03 ton–836,975 ton
  2. Jawa Tengah: 122,82 ton–502,401 ton
  3. Jawa Timur: 509,16 ton–629,497 ton
  4. Banten: 228,06 ton–591,79 ton
  5. DKI Jakarta: 7.496,56 ton-10.939,053 ton

Limbah B3 medis Covid-19 secara rata-rata bisa mencapai 383 ton per hari.

Limbah B3 Covid-19 yang dimaksud seperti infus bekas, masker, botol vaksin, jarum suntik, face shield, perban, APD, sarung tangan, hingga alat PCR/antigen.

Ahmad Muhajir
Ahmad Muhajir

Graduated from the Institute of Social and Political Sciences (IISIP), majoring in Political Science.

With a minimum of 6 years experiences as a journalist and freelance writer, he really cares about improving the quality of life of the community.

His previous works cover a wide range of topics such as science, technology, public policy, sports, gaming, or e-Sports.

Now at limapagi.id, Ajir is a reporter who focuses on national issues.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post