Ahli Kesehatan: Masker Kain Tidak Efektif Cegah Penularan Omicron

LIMAPAGI - Varian Omicron saat ini tengah menjadi momok yang menakutkan bagi banyak negara. Bahkan, pemerintah Indonesia telah mengingatkan adanya potensi gelombang ketiga Covid-19 akibat adanya varian Omicron.

Meski, gejala dari Omicron diklaim tidak separah Delta, tetapi tetap saja dapat menganggu perekonomian sebuah negara jika terjadi penularan dengan jumlah kasus yang besar.

Untuk itu, antisipasi sejak awal dengan menerapakan protokol secara benar, perlu dilakukan. Pakar kesehatan sekarang ini mengingatkan bahwa menggunakan masker kain sudah tidak efektif untuk mencegah penularan Covid-19 khususnya varian Omicron.

Baca Juga: Kasus Omicron Bertambah, Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Penularan

Para ahli kesehatn pun meminta masyarakat untuk beralih dari masker kain ke masker bedah atau respirator.

“Kami mendorong masyarakat untuk beralih dari masker kain ke masker bedah. Kami tahu lebih banyak tentang virus ini sekarang daripada tahun lalu,” kata Dr. David Ottenbaker, seperti yang dikutip dari Antara,Kamis, 13 Januari 2022.

Ottenbaker dan para ahli kesehatan lainnya telah melakukan banyak penelitian dan menemukan bahwa masker kain kini tak lagi berguna dalam memberikan perlindungan terhadap jenis varian baru Covid-19, terutama sejak adanya Delta dan Omicron.

Hal senada juga diutarakan oleh Dr Lindsey Marr, Profesor Teknik Sipil dan Lingkungan di Virginia Tech. Dr Lindey Marr mengatakan bahwa masker kain hanya memberikan perlindungan 50 persen. Angka tersebut dinilai tidak efektif untuk varian jenis Omicron.

Untuk itu, Dr Lindsey Marr menyarankan untuk menggunakan masker seperti N95 yang memberikan perlindungan lebih maksimal.

“Mereka (N95) mampu memblokir 95 persen partikel yang keluar dari mulut Anda atau yang Anda hirup,” ujar Dr Lindsey Marr.

Baca Juga: Cegah Virus dan Selamatkan Lingkungan dengan Pemakaian Masker Kain

Selain N92, Marr juga menyarankan respirator lain seperti masker KN95 dan KF94. Ketiganya dapat mencegah penularan Covid-19 karena dapat menyaring partikel seperti Omicron.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat ( CDC) juga menyatakan hal yang sama, untuk menggunakan masker bedah daripada masker kain. Terutama ketika berada di tempat berisiko tinggi atau bagi mereka yang memiliki penyakit dengan kondisi medis yang mendasarinya.

Sara Agustriana
Sara Agustriana

Reporter for the Lifestyle Channel at Limapagi.id

Sara focuses about travel dan food.

KABAR LAINNYA