Peniliti Temukan Katak Jenis Baru di Dataran Rendah Pulau Jawa

LIMAPAGI - Peneliti menemukan jenis baru dari marga Chirixalus Boulenger di hutan dataran rendah, wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penemuan ini menambah koleksi data keanakeragaman hayati Indonesia.  

Jenis baru yang ditemukan merupakan Katak-pucat pantai selatan dengan nama ilmiah Chirixalus pantaiselatan sp. nov. yang secara morfologi paling mirip dengan Chirixalus nongkhorensis dari Chonburi, Thailand.

Baca Juga: Perubahan Iklim, Joe Biden Sebut Jakarta bakal Tenggelam

Chirixalus pantaiselatan sp. nov. merupakan kelompok katak Rhacophorid kecil. Panjang tubuh hewan jantan diketahui hanya 25,3 sampai 28,9 milimeter saja.

"Pola warna punggungnya serta secara genetik paling dekat dengan Chirixalus trilaksonoi yang juga berasal dari Jawa Barat," ujar Amir Hamidy, Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, dalam keterangan resmi yang Limapagi.id terima, Sabtu (31/7/2021).

Lebih lanjut, Misbahul Munir, kontributor utama penemuan Katak-pucat, mengatakan, status konservasi Chirixalus pantaiselatan kemungkinan terancam kritis.

"Berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) kriteria Daftar Merah Spesies Terancam tingkat kemunculannya <100 km2, luas huniannya <10 km2, dan hanya ditemukan di satu lokasi, yang kualitas habitatnya menurun,” imbuhnya.

Jenis baru ini didasarkan pada data yang terbatas dan membutuhkan survei intensif untuk justifikasi lebih kuat.

Sebagai informasi, sampel Katak-pucat pantaiselatan telah dijumpai pada 2017 dalam kegiatan Citizen science, Gerakan Observasi Amfibi Reptil Kita (Go ARK). Gerakan tersebut diinisiasi oleh Penggalang Herpetologi Indonesia (PHI).

Baca Juga: Suhu Panas, LAPAN Jelaskan Fenomena Urban Heat Island

Dalam publikasi jenis baru Chirixalus pantaiselatan sp. nov. peneliti juga ditemukan jenis katak lain yang belum pernah dilaporkan dari Jawa, yakni Polypedates macrotis (Katak-panjat telinga-hitam).  

Sebelumnya, di Indonesia jenis ini hanya tercatat dari wilayah Kalimantan dan Sumatera sehingga kehadirannya di Jawa merupakan catatan baru. 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.