PBSI: Promosi dan Degradasi Hal Biasa di Pelatnas

LIMAPAGI - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Agung Firman Sampurna menyatakan bahwa proses promosi dan degradasi pemain di Pelatnas PBSI di Cipayung adalah hal yang biasa terjadi setiap tahun.

Karena itu dirinya meminta agar promosi dan degradasi ini jangan menjadi kontroversi. Sebab, promosi ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Cipayung atau degradasi dikembalikan ke klub adalah bagian yang tak terpisahkan dari tata kelola dan pembinaan olahraga tepok bulu di Tanah Air.

Baca Juga: PBSI Mulai Saring Bakat Baru di Seleknas 2022

Dari tahun ke tahun, apa yang dilakukan oleh PP PBSI juga tetap sama. Hal itu guna memajukan cabang olahraga (cabor) bulu tangkis.

"Tahun ini promosi dan degradasi tetap menggunakan metode dan kriteria yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar Agung dalam keterangan resminya.

"Hal itu dilakukan secara obyektif untuk tumbuh dan berkembangnya atlet-atlet muda berbakat," tuturnya.

Agung mengatakan, dalam suatu masa tertentu, performa dan prestasi semua pemain penghuni Pelatnas Cipayung juga dievaluasi. Setelah dievaluasi menyeluruh, baru kemudian diputuskan, tetap bertahan di pelatnas atau terdegradasi.

"Jadi, promosi dan degradasi ini adalah business as usual yang terjadi setiap tahun di Pelatnas Cipayung. Demikian pula tahun ini PBSI juga akan melakukan kegiatan promosi dan degradasi," kata Agung.

Baca Juga: Torehkan Prestasi, PBSI Terima Bonus Rp10 Miliar

Rencananya setelah selesai Seleksi Nasional (Seleknas), pihaknya akan segera melakukan rapat bersama Kabid Binpres PBSI, Rionny Mainaky dan jajaran pelatih untuk memutuskan siapa-siapa yang dipanggil masuk dan siapa pula yang harus dikembalikan ke klubnya masing-masing.

"Karena itu, proses promosi dan degradasi itu hal biasa dan terjadi setiap tahun. Makanya saya meminta proses promosi dan degradasi itu jangan menjadi kontroversi," tegas Agung.

KABAR LAINNYA