4 Fenomena Astronomi di Pekan Ketiga September

LIMAPAGI – Memasuki minggu ketiga September 2021, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengumumkan beberapa fenomena yang akan menghiasi langit.

Berikut adalah deretan fenomena astronomi, melansir dari laman resmi LAPAN pada Kamis, 16 September 2021.

Baca Juga: Luncurkan 4 Warga Sipil, SpaceX Tangkap Gambar Bumi dari Luar Angkasa

Konjungsi Tripel Bulan-Jupiter-Saturnus (16 – 19 September)
Fenomena ini berlangsung selama empat hari sejak 16 hingga 19 September mendatang.

Dapat disaksikan sejak 20 menit setelah terbenam Matahari dari arah Timur-Tenggara hingga pukul 02.40 waktu setempat dari arah Barat-Barat Daya. Fenomena ini dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa bantuan teleskop.

Magnitudo Jupiter bervariasi antara -2,80 hinga -2,78, sedangkan magnitudo Saturnus bervariasi antara +0,43 hingga +0,45.

Bulan berkonjungsi dengan Saturnus terlebih dahulu sebelum berkonjungsi dengan Jupiter pada keesokan harinya. Kemudian Bulan berpindah menuju konstelasi Akuarius meninggalkan Jupiter dan Saturnus yang masih berada di Kaprikornus.

Apoge Mars (20 September)
Pada fenomena ini, Mars akan berjarak paling jauh dari Bumi pada 20 September pukul 18.33 WIB, atau 19.33 WITA, atau 20.33 WIT, sebesar 2,638 satuan astronomi atau 394,7 juta kilometer.

Fenomena ini akan mengakibatkan Mars berukuran sangat kecil dan redup. Magnitudo Mars sebesar +1,69 dengan lebar sudut 3,55 detik busur.

Namun, fenomena ini tidak dapat disaksikan dengan mata atau dengan bantuan alat, karena Mars tidak akan dapat disaksikan sepanjang malam.

Fenomena ini terjadi setiap dua tahun sekali. Terakhir terjadi pada 5 Agustus 2017 dan 29 Agustus 2019.

Fase Bulan Purnama (21 September)
Disebut juga fase oposisi solar Bulan, merupakan konfigurasi ketika Bulan terletak membelakangi Matahari dan segaris dengan Bumi dan Matahari.

Puncak fase ini terjadi pada 21 September pukul 06.54 WIB, atau 07.54 WITA, atau 08.54 WIT, dengan jarak 389.984 kilometer dari Bumi (geosentrik) dan terletak di konstelasi Pisces.

Bulan purnama juga dapat disaksikan pada malam sebelumnya, yakni 20 September, sebelum terbenam Matahari dari Timur.

Baca Juga: StarLab Oasis, Rumah Kaca untuk Produksi Makanan di Gurun dan Luar Angkasa

Ekuinoks September (23 September)
Ekuinoks September merupakan salah satu dari dua ekuinoks yang selalu terjadi setiap tahunnya. Fenomena ini merupakan titik perpotongan ekliptika dan ekuator langit yang dilewati Matahari dalam perjalanan semu tahunan Matahari dari langit belahan Utara ke Selatan.

Fenomena ini terjadi pada 23 September pukul 02.21 WIB, atau 03.20 WITA, atau 04.20 WIT. Ketika ekuinoks, Matahari akan terbit nyaris tepat di arah Timur dan terbenam nyaris tepat di arah Barat.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.