Kritikal saat Pandemi Covid-19, Produktivitas Industri Mamin Dijaga

LIMAPAGI - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjaga produktivitas industri makanan dan minuman (mamin) sebagai sektor kritikal dan strategis di tengah pandemi Covid-19. Namun, sektor ini wajib menerapkan protokol kesehatan ketat pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 saat ini.

“Sebagai sektor strategis dan kritikal, Kementerian Perindustrian berupaya untuk menjaga produktivitas industri makanan dan minuman selama masa pandemi Covid-19. Namun demikian, kami tetap memastikan di perusahaan tersebut untuk penerapan protokol kesehatannya dijalankan secara ketat dan disiplin,” kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika, Sabtu 31 Juli 2021.

Baca Juga: Negara Luar Doyan Mobil-mobil Produksi Indonesia

Untuk itu, Putu bersama Inspektur Jenderal Kemenperin Masrokhan meninjau PT Unilever Indonesia (Walls Factory) dan Mondeléz Indonesia (pabrik biskuit Oreo dan Ritz) di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi, Jawa Barat, Jumat 30 Juli 2021. Kunjungan kerja ini sekaligus untuk mensosialisasikan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 tentang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

“SE Menperin 3/2021 merupakan pengetatan dari SE Menperin sebelumnya. Kenapa diperketat? Karena kondisi pandemi saat ini sangat berubah banyak, baik itu kecepatan penyebaran atau variannya,” ujarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Ekspor, Kemenperin Bidik Potensi Industri Mamin Halal

SE Menperin 3/2021 ini diharapkan dapat menegakkan pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan industri sekaligus menjaga aktivitas produksi demi mencegah penyebaran Covid-19. Pada SE Menperin 3/2021, terdapat kewajiban pelaporan yang lebih efektif. Perusahaan yang telah memiliki IOMKI wajib menyampaikan laporan pelaksanaan operasional dan mobilitas kegiatan industri secara berkala dua kali dalam satu minggu, pada hari Selasa dan Jumat, secara elektronik melalui portal Sistem Informasi Industri Nasional atau SIINas (siinas.kemenperin.go.id).

“Jadi, perusahaan wajib untuk menyampaikan laporan tepat waktu setiap hari Selasa dan Jumat serta menyampaikan data dengan benar,” ucapnya.

Apabila hal tersebut tidak dipatuhi, maka perusahaan akan dikenakan sanksi administrasi berupa peringatan, pembekuan izin hingga pencabutan izin.

“Kami melihat penerapan protokol kesehatan di industri mamin sudah sangat berjalan baik, karena mereka sebagai sektor best practice dalam membuat produk yang harus memenuhi standar tinggi untuk food safety,” tuturnya.

Sebab, mulai dari pemilihan bahan baku sampai proses produksi, sebagian sudah memakai teknologi industri 4.0 sehingga berjalan efisien.

Ranto Rajagukguk
Ranto Rajagukguk

Educational background: Institute of Social and Political Sciences Jakarta, BA in Communication Studies (Journalism). Currently working at Limapagi as a Business Editor. 

Working in the media world since 2011 as an economic and business journalist. He focuses on writing real sector, specially industry, trades, agriculture, maritime, also energy and mining. 

He started his career at Koran Jakarta and then moved to Inilah.com. Then he worked as an assistant editor at Okezone.com and transferred to iNews.id as an editor.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.