Tersangka Investasi Bodong EDCCash Masih Sembunyikan Banyak Aset Milik Korban

LIMAPAGI - Kasus investasi bodong EDCCash masih terus didalami kepolisian. Enam orang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pencucian uang menggunakan aplikasi kripto EDCCash.

Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Ma'mun mengungkap seorang tersangka yaitu Abdulrahman Yusuf atau berinisial AY masih mempunyai banyak aset dari para korban yang disembunyikan di beberapa lokasi.

Ma'mun menuturkan, aset tersangka AY diduga disembunyikan di dalam negeri. Tujuannya untuk mengelabui penyidik agar tidak disita terkait kasus penipuan EDCCash.

"Aset dia masih banyak yang sedang kita kejar, kami tidak akan berhenti,” kata Ma’mun dalam keterangannya, Selasa 29 Juni 2021.

Ma’mun melanjutkan, pihaknya sudah menjerat dengan pasal pencucian uang terhadap tersangka AY agar tim penyidik Bareskrim Polri dapat mengejar aset milik tersangka.

"Tersangka kami kenakan TPPU untuk menelusuri dan menyita aset tersangka," katanya.

Ma'mun juga meminta masyarakat agar turut serta membantu kepolisian. Yakni dengan cara memberi informasi berkenaan aset milik tersangka AY yang sekarang disembunyikan.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan aset milik AY ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menangkap enam tersangka terkait dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pencucian uang menggunakan aplikasi kripto EDCCash yang masuk daftar investasi ilegal atau bodong. Enam tersangka yang diamankan termasuk CEO dari platform aset kripto E-Dinar Coin (EDCCash) berinisial AY.

"Sampai saat ini ada enam tersangka yang diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Bareskrim Polri," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 20 April 2021.

Penyidik Bareskrim Polri sebelumnya telah menerima laporan polisi terkait kasus EDCCash dengan Laporan Polisi Nomor LP 135/IV/2021/Bareskrim tertanggal 22 Maret 2021.

Selain mengamankan para tersangka dan melakukan penahanan, penyidik juga telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di rumah tersangka AY. Polisi menyita 14 unit kendaraan roda empat, uang tunai baik berupa rupiah maupun mata uang asing, serta barang mewah lainnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post