Tina Nur Alam: Politik sebagai Jalur Pengabdian untuk Rakyat

LIMAPAGI - Dra. Hj. Tina Asnawati, M.M. atau Tina Nur Alam adalah salah satu wakil Sulawesi Tenggara (Sultra) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2019-2024. Dia menjadi satu-satunya perempuan yang mewakili suara rakyat Sultra di Parlemen.

Ini kali kedua Tina Nur Alam duduk di kursi wakil rakyat. Pada Pemilihan Umum 2014, dia juga menjadi perwakilan rakyat Sultra dengan torehan suara terbanyak.

Keputusan terjun ke dunia politik diambil setelah sang suami, H Nur Alam, terpilih menjadi Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2008-2013 dan 2013-2018.

Baca Juga: Tina Nur Alam: Orang yang Berintegritas Selalu Terlihat Berbeda

Tina Nur Alam menilai, untuk bisa berperan banyak di lingkungan masyarakat dan turut serta dalam pembangunan daerah, serta menjadi bagian pengambil kebijakan, ada di bidang politik.

"Pada 2013 saya memutuskan mundur dari aktivitas saya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan memilih jalur politik sebagai jalur pengabdian yang lain," kata Tina Nur Alam dalam sebuah wawancara, beberapa waktu lalu.

Menurut anggota Komisi X DPR RI itu, bidang politik menjadi ruang yang tepat untuk berekspresi. Di politik, orang akan mudah mengakomodasi kepentingan banyak orang.

Saat memutuskan untuk "hijrah" dari PNS dan menjadi politisi, dia berkomitmen agar pengabdiannya harus lebih maksimal. Dia berharap bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Sebenarnya darah politik sudah mengalir dalam tubuh Tina Nur Alam. Sang ayah, H. Abdul Hamid Hasan adalah mantan Pimpinan DPRGR Provinsi Sultra. Beliau juga adalah salah satu tokoh pendiri Provinsi Sultra.

Darah politik itu kemudian mengalir ke anak-anaknya, Sitya Giona Nur Alam dan Radhan Al Gindo Nur Alam. Kini, keduanya juga sudah meniti karier di dunia perpolitikan Indonesia.

KABAR LAINNYA