Pelanggar Prokes PPKM Level Tiga di Gowa Diswab PCR

LIMAPAGI - Sebanyak 12 pelanggar protokol kesehatan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level tiga di Kabupaten Gowa, Sulsel diberikan sanksi oleh petugas dengan menjalani tes Covid-19 melalui swab polymerase chain reaction (PCR).&

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsina mengatakan, pelanggar tersebut kedapatan oleh tim pengawas masih beraktivitas di tempat umum di atas jam yang telah ditentukan. Puluhan yang terjaring ini pun tidak menggunakan masker.

"Ini sebagai efek jera bagi masyarakat untuk mentaati aturan. Untuk hasil swabnya akan segera keluar, dan kita telah minta mereka untuk isolasi mandiri sebelum hasilnya keluar," katanya di Kabupaten Gowa, Sulsel, Kamis, 29 Juli 2021.

BACA JUGA : Setelah 10 Tahun Beroperasi, Warkop Korban Satpol PP Dipersoalkan Pemkab Gowa

Puluhan pelanggar yang rata-rata remaja ini dijaring petugas di dua tempat. Masing-masing 10 orang di Jalan Tun Abdul Razak dan dua orang lainnya di Taman Sultan Hasanuddin, Sungguminasa.&

Menurut Kamsina, meskipun masih ditemukan pelanggar selama PPKM Mikro hingga Level 3 ini berlangsung, pada umumnya sudah banyak masyarakat maupun pelaku usaha yang telah mentaati aturan yang ada.&

"Makanya kami minta dukungan masyarakat agar kebijakan ini bisa ditaati demi kebaikan bersama," terangnya.&

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mulai melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

"Kami mengumumkan bahwa di Kabupaten Gowa, setelah pelaksanaan PPKM Mikro berakhir pada 25 Juli kemarin, maka pada hari ini kita melanjutkan PPKM Level 3," kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan belum lama ini.&

BACA JUGA : Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kolong Jembatan Bone Sulsel

Ia mengungkapkan, penetapan PPKM Level 3 ini sesuai dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021. Beberapa aturan yang ada dalam pemberlakuan PPKM Level 3 sedikit berbeda dari PPKM Mikro.&

Adnan mencontohkan, salah satunya seluruh area publik yang ada di Kabupaten Gowa ditutup, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf. Serta meniadakan seluruh kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya kerumunan masyarakat seperti kegiatan seni dan budaya.&

"Area publik semua dinyatakan ditutup. Tidak akan ada area publik yang akan dibuka. Kegiatan seni, budaya dan sosial masyarakat yang dapat menimbulkan keramaian untuk sementara ditutup," tegasnya.&

Ia menyebutkan, beberapa aturan lainnya yang akan diberlakukan pada PPKM Level 3 ini yakni, berkaitan dengan pedagang kaki lima, pasar tradisional, dalam pedagang lapak boleh buka tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat. Hanya saja tetap ada jam operasional yang akan ditentukan untuk teknisnya.&

Sementara pada jam operasional rumah makan, warung kopi dan restoran hanya boleh buka hingga pukul 17.00 Wita yang sebelumnya hanya berlaku pukul 19.00 Wita. Sementara, untuk pesan antar (take away) tetap boleh dilakukan hingga pukul 22.00 Wita.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post