Kena OTT KPK, Bupati Musi Banyuasin Dodi Alex Noerdin Punya Banyak Prestasi

LIMAPAGI - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap enam pejabat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Jumat, 15 Oktober 2021.

Salah satu yang terjaring OTT adalah Bupati Musi Banyuasin, Sumsel, periode 2017-2022, Dodi Reza Alex Noerdin. Dia merupakan anak kandung dari mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin.

Baca Juga: KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Sumsel, Anak Alex Noerdin Kena OTT

Dilansir dari berbagai sumber, putra sulung Alex Noerdin ini menunjukkan banyak prestasi saat masih muda. Ketika di Sekolah Menengah Atas (SMA), Dodi berhasil mendapatkan beasiswa dari Depdikbud RI untuk mengikuti Program Pertukaran Pemuda Antarnegara ke Kanada.

Tak hanya itu, Dodi meraih gelar Sarjana Ekonomi di Belgia dengan predikat Grande Distinction atau High Honor. Skripsinya bahkan meraih Banque Bruxelles Lambert Prize Award sebagai karya skripsi terbaik se-Belgia.

Saat jenjang Strata 2 (S2), Dodi lagi-lagi mengukir prestasi, yakni lulus dengan predikat Magna Cum Laude. Hal ini pun membuat Dodi mendapatkan beasiswa fellowship di Massachussets Institute of Technology (MIT), Cambridge, Massachusetts, USA pada 2010.

Dodi menyelesaikan S3 di Universitas Padjadjaran pada 2020. Dia meraih gelar Doktor di bidang Administrasi Publik. Dodi saat ini juga menjadi pengajar di Universitas Sriwajaya pada program studi yang sama.

Baca Juga: KPK: OTT di Musi Banyuasin Sumsel Terkait Pengadaan Proyek Infrastruktur

Pada 2010 dan 2011, Dodi menjadi delegasi Indonesia dalam WTO Third Country Training Programme di Singapura. Dia juga berpartisipasi dalam Forum 100 Kepemimpinan Asia di Filipina pada 2008.

Pria kelahiran 1 November 1970 ini pernah memimpin Delegasi Parlemen RI di Annual Parliamentary Hearing pada Sidang Umum PBB tahun 2013 di New York, Amerika Serikat.

Anggota DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2016 ini juga dikenal sebagai pejabat yang banyak berbicara di dunia internasional. Dia pernah memperjuangkan komoditas sawit Indonesia pada Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (COP) di Polandia 2019 dan di Madrid 2020.

Dodi juga pernah menjabat Ketua Umum Pengprov PERBASI, Ketua Umum Perbasasi (Baseball dan Softball), Wakil Ketua Umum dan Anggota Majelis Sabuk Hitam INKAI, Pembina Skyland Motor Sport Sumsel, Presiden Sriwijaya Football Club (SFC), dan komisioner Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mewakili klub sepak bola se-Indonesia.

Pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2018, dia dinobatkan sebagai Penggerak dan Pembina Olah Raga Terbaik se-Indonesia oleh presiden RI. Ini berkat kiprah dan pengabdiannya di bidang olahraga.

Dodi Reza juga menjabat Ketua Umum KADIN Sumatera Selatan untuk periode kedua (2020-2025). Dia pernah menjabat Ketua Komite Tetap Kerja Sama Ekonomi Regional KADIN Indonesia. Dodi juga pernah sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah Sumsel 2008-2018.

Dodi Reza pernah menjabat sebagai wakil ketua Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Investasi dan BUMN pada periode 2014-2019. Pada akhir 2016 Dodi mengundurkan diri dari DPR RI karena mencalonkan diri menjadi calon bupati Musi Banyuasin pada Pilkada Serentak 2017.

Baca Juga: KPK OTT Sejumlah Pejabat di Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Jubir Bidang Penindakan KPK Ali Fikri menyampaikan, pihaknya telah selesai memeriksa beberapa pihak dimaksud di Kejaksaan Tinggi Sumsel. Mereka semua segera dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Kegiatan tangkap tangan yang dilakukan KPK terkait dugaan TPK (tindak pidana korupsi) suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur," ucap Ali kepada Limapagi.id, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Dalam waktu 1x24 jam, KPK akan menentukan siapa yang bakal menjadi tersangka dalam kasus itu. Ali memastikan, KPK akan menyampaikan setiap perkembangannya kepada publik.

"Perkembangannya akan diiinfokan," tuturnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post