APBN Masih Defisit Rp452 Triliun Meski Pendapatan Negara Naik

LIMAPAGI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan hingga 30 September 2021 defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mencapai angka Rp452 triliun. Angka ini setara 2,74 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Baca Juga: Utang Melonjak, Kemenkeu Klaim Masih Aman dan Tak Ugal-ugalan

Sosok yang karib disapa Ani mengatakan, defisit APBN mengalami penurunan yang cukup signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut tercatat turun sebesar 33,7 persen dibanding tahun 2020.

"Keseluruhan postur APBN kita mengalami defisit Rp452 triliun. Dibanding tahun lalu yang defisit Rp681,4 triliun, ini penurunan 33,7 persen," kata Ani dalam konferensi pers virtual APBN Kita, Senin 25 Oktober 2021.

Ia menuturkan kondisi tersebut menggambarkan konsolidasi fiskal berjalan. Secara tidak langsung pemulihan ekonomi bergerak sesuai dengan yang diharapkan.

Ani menyebut turunnya defisit belanja negara ini ditopang oleh melonjaknya pendapatan negara. Ditambah lagi dengan cukup terkendalinya belanja negara hingga akhir September 2021.

Adapun pendapatan negara tercatat sebesar Rp1.354,8 triliun. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 16,8 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan realisasi menyentuh 77 persen dari PDB.

Jika dirinci, pendapatan negara berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp 850 triliun atau setara 69 persen dari target. Kemudian penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai sebesar Rp 182,9 triliun.

Terakhir, penerimaan negara bukan pajak atau pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp320 triliun. Angka ini naik 22 persen dibanding tahun lalu yang hanya sebesar Rp261 triliun.

Baca Juga: &Gagal Bayar Utang AS Rp400 Ribu Triliun Picu Kerusakan yang Tak Bisa Diperbaiki

Sementara dari sisi belanja negara, tercatat sebesar Rp1.806,8 triliun. Belanja ini terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.265,3 triliun serta transfer ke daerah plus dana desa sebesar Rp541,5 triliun.

"Ini menggambarkan sekali lagi konsolidasi fiskal sudah mulai berjalan sesuai yang kita semua harapkan agar APBN berangsur disehatkan kembali," pungkasnya.&

KABAR LAINNYA

Discussion about this post