Larangan Ekspor Tak Ganggu Kinerja Pengusaha Angkut Batu Bara

LIMAPAGI - Larangan ekspor batu bara pada 1 Januari hingga 31 Januari 2022 tidak berdampak kepada pengusaha angkut tambang. Terutama hal ini dalam mendukung pasokan dalam negeri.

Direktur PT Batulicin Nusantara Maritim (BESS), Yuliana menyampaikan Perseroan tetap berjalan seperti biasanya tidak ada pengaruh signifikan. Pemerintah dalam mengambil langkah ini tentunya telah melakukan kajian yang komprehensif dan tidak asal-asalan, sehingga juga harus menghargai kebijakan tersebut.

Baca Juga: Akibat Krisis Batu Bara, Erick Thohir Ganti Direktur Energi Primer PLN

“Kebijakan Pemerintah tersebut, tidak berdampak atas kinerja keuangan, kegiatan operasional, permasalahan hukum ataupun kelangsungan usaha BESS yang merupakan penyedia jasa pengangkutan batubara,” ujar Yuliana dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Januari 2022.

Yuliana menambahkan tidak ada perubahan langkah dan strategi perseroan terkait kebijakan larangan ekspor batubara ini, BESS dalam mengembangkan usahanya dengan beberapa strategi.

"Kita akan tetap melakukan strategi usaha sesuai dengan yang sudah di rencanakan diantaranya menjaga hubungan baik dengan pelanggan, meningkatkan efektivitas usaha dengan pelayanan terbaik dan menjaga ketepatan waktu untuk tiba di perusahaan serta sinergi dengan pelabuhan khusus batubara dengan menyediakan kemudahan bagi pelanggan untuk mengangkut batubara ke tujuan dengan cepat dan efisien," ungkapnya.

Baca Juga: Turun! Harga Batu Bara Acuan Januari 2022 Jadi USD158,50 per Ton

Pro dan kontra yang terjadi dikalangan pengusaha batubara saat ini tentunya menjadi hal yang wajar terjadi dalam negara demokrasi seperti Indonesia ini ketika adanya kebijakan strategis yang diambil oleh Pemerintah untuk mencapai tujuan kepentingan umum.

"Pelarangan ini juga tidak sama sekali berpotensi untuk terjadinya ingkar janji (wanprestasi) ataupun permasalahan hukum lainnya terkait dengan perjanjian yang disedang berjalan hinggat saat ini sampai dengan larangan ini dicabut oleh pemerintah," tutup Yuliana.

KABAR LAINNYA