Muncul Varian Baru B.1.1529, Miliki Banyak Mutasi dan Lebih Bahaya dari Delta

LIMAPAGI - Beberapa negara di dunia tengah berperang dari gelombang baru Covid-19. Rasa kekhawatiran hadirnya gelombang baru pun bertambah dengan hadirnya varian baru virus Covid-19 yang dianggap lebih berbahaya dibandingkan varian Delta.

Penemuaan varian terbaru ini berawal dari kasus-kasus yang dikonfirmasi sebagian besar di salah satu provinsi di Afrika Selatan. Mengutip dari BBC, kabarnya virus ini memiliki tingkat mutasi yang lebih banyak dibandingkan beberapa varian Covid-19 sebelumnya.

Baca Juga: Mengenal Varian Corona B.1.617 yang Dijuluki sebagai Covid-19 ‘Varian India’

Ini menjadikan varian terbaru Covid-19 ini menjadi versi yang bermutasi paling banyak ditemukan sejauh ini. Bahkan, digambarkan oleh satu ilmuwan sebagai "varian yang mengerikan".

Varian terbaru ini disebut sebagai varian B.1.1.529 yang kemungkinan akan diberi nama kode Yunani (seperti varian Alpha dan Delta) oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Jumat, 26 November 2021.

Prof Tulio de Oliveira, direktur Center for Epidemic Response and Innovation di Afrika Selatan, mengatakan virus ini sangat bermutasi. Pada varian ini juga ditemukan konstelasi mutasi yang tidak biasa dan sangat berbeda dengan varian lain yang telah beredar.

"Varian ini memang mengejutkan kami, ia memiliki lompatan besar pada evolusi [dan] lebih banyak mutasi," kata Prof Tulio de Oliveira yang dikutip dari BBC, Jumat, 26 November 2021.

Dalam sebuah konferensi pers, Prof de Oliveira menjelaskan bahwa varian ini memiliki 10 mutasi dibandingkan dengan varian Delta yang hanya dua mutasi. Tetapi perlu dipahami bahwa banyak mutasi tidak otomatis berarti buruk.

Namun yang perlu menjadi perhatian varian ini adalah varian yang sangat berbeda dengan aslinya yang muncul di Wuhan, China.

Baca Juga: Ini Sederet Fakta Mengenai Paxlovid, Obat Covid-19 Milik Pfizer

Kehadiran varian baru Covid-19 membuat Prof Richard Lessells, dari Universitas KwaZulu-Natal di Afrika Selatan, mengatakan bahwa varian baru Covid-19 ini memberikan kekhawatiran yang tinggi akan meningkatkan penularan serta penyebaran secara cepat.

"Mereka memberi kami kekhawatiran bahwa virus ini mungkin telah meningkatkan penularan, meningkatkan kemampuan untuk menyebar dari orang ke orang, tetapi mungkin juga dapat mengatasi bagian dari sistem kekebalan tubuh,” Prof Richard Lessells, dari Universitas KwaZulu-Natal di Afrika Selatan.

Sejauh ini, varian B.1.1.529 telah terkonfirmasi di provinsi Gauteng Afrika Selatan sebanyak 77 kasus, empat kasus di Botswana dan satu di Hong Kong.

Tapi hingga saat ini belum ada pembuktian dan penjelasan lengkap mengenai apakah varian terbaru ini menyebar lebih cepat daripada Delta. Serta belum terbukti apakah varian ini lebih parah atau sejauh mana perlindungan kekebalan yang berasal dari vaksinasi dapat bertahan atas varian B.1.1.529.

Jadi untuk saat ini hadirnya varian B.1.1.529 dipercaya dapat menimbulkan kekhawatiran meskipun belum memiliki bukti signifikan. Hingga saat ini varian B.1.1.529 masih diawasi dengan cermat oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Gea Yustika
Gea Yustika

Gea yustika is a reporter Lifestyle Channel at Limapagi, focusing on Fashion and Beauty.

Education: Major of Communication Studies at Sultan Ageng Tirtayasa University.

She has experience in the media industry. Started from being a content writer and a journalist. Not only focusing on Lifestyle or content writing, but she also has experience in data journalism.

She started her career as a content writer Lifestyle Channel at Kumparan. She also had a career at Tempo.co and Journocoders Indonesia.

 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post