Investor Khawatir Inflasi, Wall Street Berakhir Variatif

LIMAPAGI - Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup bervariasi pada Senin 10 Januari 2022. Pergerakan tersebut di tengah perdagangan yang berfluktuasi karena investor khawatir tentang suku bunga yang lebih tinggi.

Mengutip Xinhua, Selasa 11 Januari 2022, Dow Jones Industrial Average turun 162,79 poin, atau 0,45 persen, menjadi 36.068,87. SP 500 kehilangan 6,74 poin, atau 0,14 persen, menjadi 4.670,29. Indeks Komposit Nasdaq naik 6,93 poin atau 0,05 persen menjadi 14.942,83.

Baca Juga: Wall Street Menutup Pekan Pertama 2022 di Zona Merah

Delapan dari 11 sektor SP 500 berakhir di zona merah, dengan sektor industri turun 1,15 persen, memimpin pelemahan. Sektor layanan kesehatan naik 1,04 persen, memimpin penguatan.

Reaksi pasar di atas muncul karena investor mencermati kebijakan Federal Reserve yang lebih cepat dari perkiraan. Ekonom Goldman Sachs memproyeksikan The Fed akan memberikan lebih dari tiga kenaikan suku bunga yang telah direncanakan untuk tahun ini.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Mixed, SP 500 Naik 0,25 Persen

Investor juga menunggu rilis data inflasi karena indeks harga konsumen AS Desember bakal diumumkan pada Rabu. Sedangkan indeks harga produsen dijadwalkan bakal dirilis pada Kamis.

Untuk pekan lalu, Dow dan SP 500 masing-masing turun 0,3 persen dan 1,9 persen. Sedangkan Nasdaq merosot 4,5 persen.

KABAR LAINNYA