Tingkatkan Produktivitas Lahan Petani, Kementan Jamin Stok Pupuk

LIMAPAGI - Pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pupuk baik subsidi maupun nonsubsidi untuk meningkatkan produktivitas lahan petani.

Sekretaris Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Gunawan mengatakan, pupuk sebagai salah satu sarana produksi yang sangat strategis bagi pertanian. Selain memengaruhi capaian produksi, tambahnya, pupuk juga memiliki dampak sosial sangat luas karena menjangkau sekitar 17 juta petani, pada 6063 Kecamatan, 489 Kabupaten dan 34 Provinsi.

Baca Juga: Kemampuan Pemerintah Beri Subsidi Pupuk Masih Jauh dari Kebutuhan Tani

"Upaya peningkatan produktivitas pertanian dapat terwujud salah satunya dukungan dari kegiatan pemupukan.Proses pemupukan yang tepat sasaran berkontribusi tinggi dalam pencapaian produksi pertanian seperti padi," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 31 Oktober 2021.

Berdasarkan data Ditjen PSP Kementan, dalam lima tahu terakhir kebutuhan pupuk untuk petani mencapai 22,57-26,18 juta ton atau senilai Rp63-65 triliun Tetapi, lanjutnya, keterbatasan anggaran pemerintah menyebabkan hanya dapat mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 8,87 juta-9,55 juta ton dengan nilai anggaran Rp25-32 triliun.

Baca Juga: Kementan Luncurkan Data dan Informasi Pangan Akurat Satu Pintu

Sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung menyatakan petani sawit meminta pemerintah untuk melindungi tata kelola pupuk nonsubsidi. Pasalnya, harganya melonjak tinggi dalam delapan bulan terakhir, baik pupuk tunggal dan majemuk naik antara 70-120 persen.

Dia mencontohkan pupuk urea sudah dipatok seharga Rp4.500 per kg sebelum adanya kenaikan, namun sekarang sudah mencapai di atas Rp6.000 per kg. Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan petani, karena harga pokok produksi (HPP) tandan buah segar (TBS) sewaktu harga pupuk masih normal Rp794 per kg, namun kini Rp1.350 per kg karena 58 persen pengeluaran untuk biaya pupuk.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post