Sosok Perempuan dalam Video Tak Senonoh di Bandara YIA Kulon Progo

LIMAPAGI - Video seorang perempuan cantik yang memamerkan payudara dan alat vital dengan background area parkir Bandara International Airport (YIA) Kulon Progo viral di media sosial. Video berduasi 1 menit 23 detik ini juga menjadi perbincangan publik khususnya di Yogyakarta.

Siapa sosok perempuan cantik berambut panjang ini? Perempuan ini punya nama udara Siskaeee (Siska dengan huruf e 3), namun nama asli dalam kehidupan nyatanya apakah Siska atau bukan polisi masih dalam penyelidikan. "Polisi merasa tertantang untuk mengungkap kasus ini," kata Kapolres Kulon Progo AKBP M Fajarini, Jumat, 3 Desember 2021.

Polisi belum menjelaskan secara detail sosok perempuan ini, termasuk apakah merupakan warga Yogyakarta atau pendatang yang menetap di Kota Pendidikan ini.

Baca Juga: Polisi Pastikan Video Tak Senonoh Dibuat di Bandara YIA Kulon Progo

Berdasarkan penelusuran tim siber, perempuan yang memakai nama akun Siska ini memiliki akun Twitter yakni @siskaeee_0fc dengan 326 ribu pengikut. Akun ini yang pakai dalam mengunggah video yang menghebohkan itu di OnlyFans.com yang berujung viral.

Diduga dia juga punya akun Twitrer lainnya seperti @Siiskaaeee (Siskaeee E nya Tiga Exclusive Content Onlyfans) dengan 73K Followers dan @Siskaenya3ofc (Siskaeee E nya Tiga) dengan 164.9K Followers.

Baca Juga: Beredar Video Tak Senonoh Diduga di Bandara YIA Kulon Progo

Aksi yang dilakukan Siskaeee di Bandara YIA Kulon Progo ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, Siskaee juga membuat konten video pendek yang bernuansa pornografi dengan membuak handuk di depan ojek online. Namun, dalam video tersebut belum diketahui secara pasti di mana lokasinya.

Informasi yang dihimpun sosok ini memang menjual konten video untuk tujuan komersial. Dia beberapa kali menjualnya karyanya di OnlyFans.com seperti video di Bandara YIA tersebut.

Aplikasi ini memang sering digunakan para kreator video, termasuk konten pornografi. Namun sejak 1 Oktober 2021 OnlyFans melarang konten pornografi. Larangan ini karena desakan dari para mitra dan penyedia provider salah satunya dengan label Internet Sehat.

Kapolres mengungkapkan, saat ini polisi masih melakukan pencarian keberadaan perempuan yang ada dalam video tersebut, termasuk yang mengunggah di media sosial. Pelaku bisa dijerat dengan Undang-undang (UU) Pornografi dan UU ITE, dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun serta denda paling banyak Rp6 miliar.

KABAR LAINNYA