Cegah Virus dan Selamatkan Lingkungan dengan Pemakaian Masker Kain

LIMAPAGI - Masker menjadi hal yang mutlak digunakan di tengah pandemi Covid-19 guna meminimalisir penyebaran.

Tentu kamu tahu ada berbagai jenis masker yang kerap digunakan, salah satunya masker kain. Ya, penelitian terbaru dari University of Colorado Boulder menunjukkan bahwa meskipun masker kain yang dapat digunakan kembali, bahkan tidak mengurangi kemampuannya untuk menyaring partikel virus.

Baca Juga: Jelang PTM Terbatas, Begini Caranya biar Anak Disiplin Pakai Masker di Sekolah

Tetapi, masker tersebut harus dicuci dengan benar dan dikeringkan untuk kembali digunakan dalam menjalani rutinitas.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Aerosol and Air Quality Research ini juga menegaskan penelitian sebelumnya bahwa melapisi masker katun di atas masker bedah, pas di wajah seseorang, memberikan perlindungan lebih dari kain saja.

"Ini kabar baik untuk keberlanjutan, yang mana masker kain (katun) dapat kamu cuci, keringkan dan kembali gunakan dan itu baik-baik saja jangan membuangnya," kata penulis utama Marina Vance, asisten profesor di Departemen Teknik Mesin Paul M. Rady, seperti dirangkum dari laman Times of India.

Sejak awal pandemi, diperkirakan 7.200 ton limbah medis telah dihasilkan setiap hari, sebagian besar adalah masker sekali pakai.

"Kami benar-benar terganggu di awal pandemi ketika pergi hiking atau pergi ke pusat kota, dan melihat semua masker sekali pakai ini mengotori lingkungan, "kata Vance yang juga fakultas di program teknik lingkungan.

Penelitian ini memang tidak diikuti oleh manusia melainkan dengan ujung corong baja, dan peneliti dapat mengontrol aliran udara dan partikel secara konsisten.

Serta para peneliti menguji masker menggunakan kondisi realistis hingga kehidupan nyata, dengan tingkat kelembapan dan suhu tinggi untuk meniru dampak pada masker dari pernapasan.

Hasilnya serat yang ada di dalam masker tidak secara signifikan memengaruhi efisiensi penyaringan.

"Kami berasumsi tidak ada celah antara bahan masker dan wajah orang itu," kata Vance.

Tetapi masker kain sendiri disinyalir dspar menyaring hingga 23 persen dari ukuran partikel terkecil (0,3 mikron). Sebagai perbandingan, masker bedah menyaring antara 42-88 persen partikel kecil, dan masker katun di atas masker bedah mencapai efisiensi penyaringan hampir 40 persen.

Baca Juga: Aturan Olahraga di Tempat Umum Selama PPKM Level 3, Boleh Lepas Masker?

Selain itu,  masker KN95 dan N95 secara mengejutkan memiliki performa terbaik, menyaring 83-99 persen partikel virus, namun masker tersebut hanya direkomendasikan untuk para tenaga kesehatan.

Afrizal Abdul
Afrizal Abdul

Reporter who focuses on lifestyle, is more in-depth about health, travel and parenting.

Education: State Polytechnic of Creative Media Jakarta, Diploma in Communication Studies.

First plunged into the media industry focused on lifestyle for two years, and has a strong network of relationships. Either with doctors, psychologists or influencers.

He has experience as an intern at DepokPos, by writing on various issues, from travel, culinary to sports. Furthermore, working experience at Akurat.co as a lifestyle reporter.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.