Masyarakat Tak Terbebani Harga Obat Mahal, Ivermectin Dibanderol Rp7.000 per Tablet

LIMAPAGI - Menteri BUMN, Erick Thohir memastikan harga ivermectin yaitu obat untuk terapi Covid-19 dibanderol dengan murah.

Hal tersebut menjadi perhatian utama Menteri Erick Thohir guna masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan pokok di tengah pandemi tak lagi terbebani.

"Agar masyarakat memprioritaskan kebutuhan pokok dan tidak lagi terbebani dengan harga obat yang mahal," katanya, seperti dirangkum Limapagi dari laman Antara.

Menurut rencana, harga obat terapi pasien Covid-19 yang sudah digunakan di berbagai negara di Amerika Latin ini dibandrol Rp5.000-7.000 per tablet.

Sebagai produksi obat ivermectin, PT Indofarma sudah melakukan persiapan sehingga jika sudah ada izin dari BPOM dan uji klinis sudah selesai dilakukan siap memproduksi besar-besaran, bahkan dalam waktu singkat.

"Secara infrastruktur kami siap untuk memproduksi Ivermectin secara massal. Obat ini akan menjadi obat terapi yang murah bagi rakyat, terlebih Indofarma sudah menyiapkan produksi sebesar 4,5 juta tablet per bulan," ujar Menteri Erick Thohir.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk pencegahan Covid-19 obat ivermectin tidak perlu selalu dikonsumsi oleh masyarakat, dan hanya 2-3 tablet saja begitu pula untuk penyembuhan.

"Semoga ikhtiar kita untuk membuat rakyat kita sehat dan Indonesia terbebas dari pandemi ini segera terwujud," tutupnya.

Disisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin uji klinis ivermectin, dan di lakukan di delapan rumah sakit.

Izin tersebut bukan tanpa sebab, bahkan di nilai adanya pendapat ilmiah dari beberapa instansi obat-obatan di negara Eropa, tentang penggunaan obat satu ini terhadap pengobatan Covid-19
 

Afrizal Abdul
Afrizal Abdul

Reporter who focuses on lifestyle, is more in-depth about health, travel and parenting.

Education: State Polytechnic of Creative Media Jakarta, Diploma in Communication Studies.

First plunged into the media industry focused on lifestyle for two years, and has a strong network of relationships. Either with doctors, psychologists or influencers.

He has experience as an intern at DepokPos, by writing on various issues, from travel, culinary to sports. Furthermore, working experience at Akurat.co as a lifestyle reporter.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post