Pandemi Covid-19, Perayaan HUT ke-76 RI Akan Diadakan Virtual

LIMAPAGI -  Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan bahwa, perayaan HUT ke-76 RI  pada bulan Agustus 2021 mendatang, akan kembali diadakan secara daring. Hal itu dilakukan guna menekan laju penularan pandemi Covid-19. 

Menurut Pratikno, perayaan secara daring ini juga pernah dilakukan di tahun sebelumnya, yakni tahun 2020 lalu. 

Secara Fisik  yang hadir pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi maupun Upacara Penurunan Bendera sudah dilakukan secara minimal. Masyarakat juga diundang secara daring. 

"Tahun 2020 lalu kita kan juga sudah masuk di era pandemi Covid-19, waktu itu Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi maupun Upacara Penurunan Bendera sudah dilakukan secara minimal,” ujar Pratiko dalam siaran pers, Jumat, 30 Juli 2021.

Pada HUT ke-76 RI mengangkat tema “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh", Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas akan menggunakan formasi lengkap 17 – 8 – 45 dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. 

Penerapan prokes secara ketat mulai dilakukan semenjak seleksi di daerah, karantina dan pelatihan, hingga bertugas di Istana Merdeka. 

Jarak antar pasukan dalam barisan juga akan diperlebar dan terdapat sejumlah penyesuaian teknis lainnya.

Semarak rankaian acara HUT ke-76 RI dapat dinikmati secara digital oleh masyarakat melalui kanal Rumah Digital Indonesia (RDI) www.rumahdigitalindonesia.id selama satu bulan penuh, terhitung  mulai tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2021.

Dalam agendanya, semarak Peringatan HUT RI scara daring tak jauh berbeda dengan perayaan-perayaan langsung. 

Nantinya akan ada kegiatan yang meliputi acara pokok kenegaraan, berbagai acara festival, serta kegiatan bernuansa khidmat seperti Zikir dan Doa Kebangsaan yang merupakan tradisi pembuka Bulan Kemerdekaan.

“Setiap tahun kegiatan yang sifatnya festival itu berbeda-beda, yang sama itu adalah doa kebangsaan, yang sama lagi adalah acara kenegaraan, misalnya Pengukuhan Paskibraka, Penganugerahan Tanda Kehormatan, ada Pidato Kenegaraan, kemudian ada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi, Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, dan lain-lain," terangnya.

Lebih lanjut, Pratikno yakin meskipun perayaan dilakukan secara digital, hal itu tidak akan mengurangi semangat masyarakat dalam merayakan hari Kemerdekaan ke-76 RI.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.