Mengenal Halo, Teknologi yang Selamatkan Nyawa Hamilton

LIMAPAGI - Lewis Hamilton, pebalap Mercedes AMG, mengalami kecelakaan maut dengan Max Verstappen, pebalap Red Bull Racing, pada Minggu, 12 September 2021.

Insiden di Sirkuit Autodromo Nazionale Monza, Italia tersebut bermula ketika Hamilton keluar dari pit pada putaran ke-26. Ia mencoba mempertahankan posisinya saat memasuki tikungan pertama.

Baca juga: Selamat dari Insiden Mengerikan, Hamilton Berterima Kasih pada Halo

Saat memasuki tikungan 'S' kecil tersebut, Hamilton beradu dengan Max Verstappen (Red Bull Racing) yang ada di sebelah kirinya. Mereka pun bersenggolan di tingkungan kedua.

Senggolan ini menyebabkan mobil Verstappen terbang dan mendarat tepat di atas mobil Hamilton sehingga keduanya tidak bisa menyelesaikan balapan.

Ban kanan belakang dari mobil Verstappen tepat berada di atas kepala Hamilton. Beruntung, mobil Verstappen masih tertahan oleh perangkat yang dinamakan Halo.

Di sini, fungsi Halo berperan besar dalam menyelamatkan nyawa Hamilton. Jika tidak ada Halo, kepala pebalap asal Inggris ini bisa saja tertimpa mobil seberat 750 kilogram tersebut.

Baca juga: Bos Red Bull: Tabrakan Hamilton dan Verstappen adalah Murni Insiden Balap


Apa itu Halo?

Perangkat Halo pada mobil balap Formula 1 (F1) pertama kali diperkenalkan pada 2016. Teknologi ini diciptakan untuk mengantisipasi terjadi benturan atau puing-puing yang mengarah ke kepala pebalap.

Halo terbuat dari bahan titanium yang dipercaya jauh lebih kuat dari baja. Perangkat seberat tujuh kilogram (kg) ini diklaim justru mampu menahan beban seberat 12 ribu kg.

Fitur ini dikembangkan oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA) sejak 2009. Ada beberapa alasan mengapa teknologi ini benar-benar digarap serius oleh FIA.

Mulai dari kecelakaan yang menewaskan Jules Bianchi pada 2014. Tidak hanya pada F1, kecelakaan mengerikan juga menewaskan Hendry Surtess, pebalap F2.

Pengalaman buruk seperti inilah yang membuat FIA dan beberapa pihak melakukan berbagai pengujian mendalam. Akhirnya, Halo resmi diterapkan di F1 pada GP Bahrain 2008.

Tidak hanya untuk F1, Halo juga diwajibkan sebagai standarisasi keamanan untuk balapan F2, F3, Formula E, Indy Cars, dan balapan mobil atap terbuka lainnya.


Kemunculannya penuh kontroversial

Di awal kemunculannya pada 2018, Halo banyak mendapat kritik dari banyak pihak, tak terkecuali dari para pebalap itu sendiri.

Perangkat yang berbentuk seperti sendal jepit dan berada di area sekitar kepala ini dianggap mengurangi dari segi estetika mobil dan mengganggu visibilitas dari sang pebalap.

Tetapi dengan berbagai pengujian dan ditambah pengalaman selamatnya beberapa pebalap berkat Halo ini akhirnya seluruh tim setuju dan menerapkan hal tersebut pada mobil balapnya. 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.