Biografi Singkat John Lie, Perwira TNI Angkatan Laut Keturunan Tionghoa

LIMAPAGI - Biografi singkat John Lie, seorang perwira TNI Angkatan Laut keturunan Tionghoa yang menyandang gelar Pahlawan Nasional Indonesia.

John Lie lahir pada 9 Maret 1911 di Manado, Sulawesi Utara, Hindia Belanda. Beliau merupakan anak dari pasangan Lie Kae Tae dan Oei Tjeng Nie Nio.

Berikut ini tim Limapagi akan membahas tentang sejarah serta kehidupan seorang TNI Angkatan Laut yang bisa menyandang gelar Pahlawan Nasional.

Biografi Singkat John Lie

(dewi) Biografi John Lie

Sebagai anak dari pasangan keturunan Tionghoa, ayah dari John Lie merupakan seorang pemilik perusahaan pengangkutan Vetol (Veem en transportonderneming Lie Kay Thai).

John Lie juga memiliki nama lahir, yaitu Jahja Daniel Dharma. Ia juga dikenal sebagai ahli penyeludupan senjata untuk kepentingan kemerdekaan.

Ketika menginjak usia 17 tahun, John Lie kabur ke Batavia dengan harapan ingin menjadi seorang pelaut.

Kisahnya dimulai ketika ia dan teman-teman pelautnya bekerja di maskapai Koninklijk Paketvaart Maatschappij (KPM), di sana Jhon Lie menjadi klerk mualim III.

Koninklijk Paketvaart Maatschappij (KPM), merupakan perusahaan pelayaran yang dikelola oleh Belanda.

Biodata John Lie

NamaJahja Daniel Dharma
PanggilanJohn Lie
Tempat dan Tanggal LahirManado, Sulawesi Utara, Hindia Belanda, 9 Maret 1911
Wafat27 Agustus 1988
Agama-
Orang Tua

Ayah: Lie Kae Tae

Ibu: Oei Tjeng Nie Nio

PasanganMargaretha Dharma Angkuw
Anak-
GelarBintang Mahaputera Utama dan Pahlawan Nasional

Karier John Lie setelah Indonesia Merdeka

(garudamiliter)

Ketika Perang Dunia II sudah berakhir dan Indonesia merdeka, John Lie memutuskan untuk bergabung dengan Kesatuan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) pada tahun 1946.

Setelah diterima, AA Maramis yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan meminta kepada John Lie untuk menghadap ke Kepala Staf Angkatan Laut RI (ALRI), yaitu Laksamana M Pardi di Yogyakarta.

Kemudian pada 29 Agustus 1946, John Lie mendapatkan tugas untuk pertama kali di Cilacap, Jawa Tengah dengan berpangkat kapten.

Saat bertugas di sana, tepatnya di pelabuhan, ia berhasil menjinakkan ranjau yang ditanam oleh Jepang untuk menghadapi pasukan sekutu.

Karena keahliannya tersebut, pangkat John Lie dinaikkan menjadi Mayor. Setelah itu ia ditugaskan untuk mengawal pelayaran kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia.

Selain itu, ia juga pernah mengawal kapal yang membawa karet seberat 800 ton untuk diserahkan kepada Kepala Perwakilan Singapura, Oetojo Ramelan.

Untuk menghindari patroli Belanda serta menerobos blokade Belanda, John Lie menggunakan kapal cepat yang dinamakan “The Outlaw”.

Perlengkapan yang dimiliki kapal cepat tersebut berupa senjata semi otomatis, ribuan butir peluru dan perbekalan dari salah satu pulau di Selat Johor.

Banyak sekali misi penyeludupan yang pernah ia lakukan. Lalu pada 1949, kapal cepat tersebut memerlukan perbaikan total.

Setelah selesai melakukan perbaikan, “The Outlaw” kembali ke Phuket untuk menjemput awak kapal.

Ketika John Lie dan pasukannya kembali berlayar, pelayaran mulai memasuki Delta Tamiang, kapal milik Belanda yang sedang berpatroli menghadang.

Tanpa berpikir panjang, kapal Belanda tersebut menembakkan meriam ke kapal cepat yang ditumpangi John Lie dan pasukannya.

Tanpa perlawanan, John Lie dan pasukannya berlindung dari serangan kapal Belanda yang bertubi-tubi.

Setelah semua tembakan tersebut, ada sebuah keajaiban. Kapal milik Belanda kandas di karang dan tidak bisa bergerak lagi.

Akhirnya “The Outlaw” melarikan diri dan sembunyi di Delta Tamiang.

Setelah lolos dari kapal Belanda, John Lie dan pasukannya yang berada di “The Outlaw” dihadang lagi oleh pasukan udara Belanda.

Tapi beruntung, pesawat Belanda tersebut hanya berputar-putar di atas Delta Tamiang dan seolah “The Outlaw” tidak terlihat.

Jabatan dan Pangkat John Lie

Jabatan yang pernah John Lie dapat semasa hidupnya, yaitu:

  • Komandan KRI PPB 58 LB " The Out Law " (1946-1949)
  • Komandan KRI Radjawali (1950-1952)
  • Staf Kepala Operasi IV Markas Besar ALRI (1952-1954)
  • Kepala Dinas Angkutan & Logistik ALRI (1953-1955)
  • Komandan Komando Daerah Maritim Jakarta (1955-1957)
  • Perwira Siswa di Defense Service Staff College, Wellington, India (1958-1959)
  • Ketua dan Kepala Inspektorat Pengangkatan Kerangka Kapal Wilayah Perairan Indonesia (1960-1966).
  • Pensiun (1966)

Pangkat yang pernah dipegang oleh John Lie, yaitu:

  • Mayor Laut (1946-1957)
  • Letnan Kolonel Laut (1957-1960)
  • Kolonel Laut (1960-1961)
  • Komodor Laut (1961-1964)
  • Laksamana Muda TNI (1964-1966)

Perjalanan Akhir Karier John Lie

Pada awal tahun 1950 ketika berada di Bangkok, John Lie dipanggil untuk pulang ke Surabaya oleh KSAL Soebiyakto dan ditugaskan menjadi komandan kapal perang Rajawali.

Ketika menjabat sebagai komandan di kapal perang Rajawali, ia aktif dalam misi-misi penting. Misalnya pada saat penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku, PRRI/Permesta dan DI/TII Kartosuwiryo.

Setelah itu pada bulan Desember 1966, John Lie mengakhiri pengabdiannya sebagai perwira TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Muda.

Pangkat tersebut merupakan pangkat tertinggi bagi pejuang keturunan Tionghoa di Indonesia.

Akhir Hayat John Lie

(Limapagi) John Lie sang Hantu Laut

Pada 27 Agustus 1988, John Lie menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit stroke yang ia derita. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Untuk semua jasa-jasa semasa hidupnya, John Lie diberi gelar Bintang Mahaputera Utama oleh Presiden Soeharto pada 10 November 1995.

Kemudian pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, John Lie diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 2009.

Itulah biografi singkat John Lie, walaupun keturunan Tionghoa, ia tetap membela Indonesia dengan semangat juang yang tidak pernah padam.

Perjuangannya dalam membela kemerdekaan Indonesia di jalur laut sama seperti Yos Sudarso, yang gugur di Laut Arafuru akibat tembakan dari kapal Belanda.

Arif Prasetyo
Arif Prasetyo

A seo writer who writes about "Evergreen" content.

Who is starting a career at the Limapagi company.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.