RSUD Kudus Keluhkan Tak Ada Jaminan Distribusi Oksigen

LIMAPAGI - Ketersendatan pasokan oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19 dirasakan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. PT Samator sebagai penyuplai kini tidak bisa lagi memberikan jaminan distribusi oksigen, khususnya jenis liquid, ke rumah sakit pelat merah itu.

Ketersendatan distribusi oksigen ini menyebabkan RSUD dr Lokmono Hadi Kudus beberapa kali melakukan take down parsial. Seperti yang terjadi pada Senin, 28 Juni 2021, RSUD terpaksa melakukan hal itu usai pasokan oksigen liqiud yang dimilikinya kosong hingga tiga jam lamanya.

Direktur RSUD Kudus, dr Abdul Aziz Achyar menyebutkan take down oksigen terbagi dua, yakni parsial dan total.

"Take down parsial dilakukan jika oksigen liquid yang dimiliki habis, lalu diganti dengan oksigen tabung. Kalau take down total, dilakukan ketika tidak ada lagi cadangan oksigen lainnya," jelasnya, Selasa, 29 Juni 2021.

Selama ini, lanjut Aziz, pihaknya belum pernah melakukan take down total. Hanya take down parsial yang dilakukannya.

"Seperti kemarin kita mengalami selama tiga jam, tapi hanya yang liquid. Yang lain kita masih ada sekitar 40-70 botol. Cuma terjadi pengalihan, pengumunan-pengumunan tolong segera oksigen dimasukkan ke ruangan-ruangan, soalnya mau dihentikan di sini," terangnya.

Kondisi tersebut terjadi mulai 12 Juni 2021. Saat itu lonjakan kasus Covid-19 terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Dan kebutuhan oksigen bagi pasien corona meningkat.

"Mulai terasa parah itu tanggal 12-15 Juni. Ketika rumah sakit lain ada (menyediakan fasilitas oksigen liquid) dan mereka kebutuhannya meningkat. Akhrinya kebutuhan kita yang tinggi sejak awal, jadi bermasalah," beber dia.

"Pas awal tidak ada masalah, kita butuh berapapun disuplai. Misal pagi kita butuh tiga ton, malam butuh tiga ton lagi tetap masuk. Tapi ketika permintaan tinggi dan mereka kewalahan, akhirnya mereka tidak bisa memberikan jaminan. Padahal yang kita butuhkan adalah kontinuitas garansi keberlangsungan jaminan pendistribusian," imbuh Aziz.

Setiap hari RSUD Kudus membutuhkan setidaknya 3-6 ton oksigen liquid dan 3-60 tabung oksigen. Oksigen ini seluruhnya dipasok dari PT Samator.

Dengan adanya ketersendatan pasokan oksigen ini, Aziz berencana akan mencari perusahaan lain pemasok oksigen. Mengingat oksigen merupakan kebutuhan vital manusia, utamanya pasien yang mengalami gangguan saluran pernapasan. Salah satunya pasien Covid-19.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post