Ini Bahayanya Mengisi Radiator dengan Air Mineral Kemasan

LIMAPAGI - Salah satu komponen yang wajib mendapat perhatian khusus yakni radiator. Pasalnya, masih banyak pemilik mobil yang mengisi cairan radiator dengan air minum kemasan maupun air dari keran.

Lantas, apakah hal tersebut diperbolehkan? Atau, jika terus dilakukan, bisa berdampak pada mesin mobil?

Kepala mekanik bengkel mobil Auto Seroja Depok, Dery Soedrajat menjelaskan, mengisi radiator dengan air kemasan maupun air yang berasal dari keran, itu salah kaprah. Karena, kedua air tersebut mengandung zat yang cukup berbahaya.

"Air kemasan dan air keran mengandung zat besi dan kapur yang bisa membuat saluran air pada radiator berkerak. Ini yang berpotensi terjadi penyumbatan," katanya saat dihubungi Limapagi, 29 Juni 2021.

Seperti diketahui, mobil-mobil zaman sekarang dirancang dengan teknologi canggih, termasuk saluran air pendingin mesin. Maka itu, spare part atau komponen yang digunakan juga harus sesuai standar.

"Kalau terus-menerus pakai air mineral atau air dari keran, radiator berpotensi rusak. Artinya, pendinginan mesin tidak optimal dan berisiko overheating," katanya.

Menurut Dery, apabila terjadi overheating, otomatis harus turun mesin karena dipastikan ada sejumlah komponen mengalami kerusakan. Tentu biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

"Sebaiknya mengisi radiator dengan cairan khusus komponen itu atau coolant. Kandungan yang ada di dalamnya sudah jelas dapat mencegah karat, membantu melumasi sekaligus merawat seal-seal karet serta menjaga cairan agar tidak mudah mendidih," katanya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post