Kemenko Marves Gali Potensi Ekonomi di 3 Selat Indonesia

LIMAPAGI - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) berniat menggali potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia dari lalu lintas kapal laut yang melewati selat-selat yang ada di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Basilo Dias Araujo menjelaskan, saat ini Indonesia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pemasukan dari kapal-kapal yang melewati perairan Indonesia.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Dampaknya ke Ekonomi RI

"Saya mengatakan kita itu (Indonesia) ada opportunity loss sekitar USD173 miliar dari kapal yang lewat di selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok," kata Basilo diskusi virtual Sabtu 31 Juli 202.

Dalam penjelasannya, jumlah kapal yang melintas di Selat Malaka terhitung sebanyak 120.000 kapal pada 2020 yang lalu. Dalamari hasil tersebut didapat kesimpulan sebanyak 350 kapal melewati Selat Malaka per harinya.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Pemerintah Diminta Tanggung Ekonomi Masyarakat

Kemudian di Selat Sunda, jumlah kapal yang melintas pada 2020 sebanyak 53.068 kapal, dengan rincian 150 kapal melewati Selat Sunda setiap harinya. Selanjutnya untuk Selat Lombok sendiri, pada 2020 jumlah kapal yang melintas terhintung sebanyak 36.773 kapal dengan perhitungan sebanyak 100 kapal per harinya.

"Semua kapal yang lewat ini, sampai hari ini cuma lewat saja. Lalu, kita sebagai negara maritim yang mempunyai pulau mulai dari Sabang, sampai Merauke, lalu kapal-kapal asing yang datang dari Tanjung Harapan, Afrika Selatan, masuk ke Pelabuhan Merak itu adalah first protokol di situ mereka enggak mampir-mampir juga, hanya lewat saja," ucapnya.

Berangkat dari hal tersebut, Kemenko Marves melakukan upaya-upaya pendekatan ke Kementerian dan Lembaga terkait sebagai langkah mengoptimalkan potensi yang dimiliki Indonesia dari besarnya jumlah kapal yang melewati perairan nasional.

"Inilah yang kemudian membuat Kemenko Marves bicara kepada Kementerian Perhubungan, bicara dengan Kementerian keuangan, dan juga bicara dengan Pertamina, dan bicara dengan pengelola pelabuhan di wilayah itu, untuk bersama-sama memanfaatkan peluang dari 200 ribu kapal yang melewati di 3 selat itu," tuturnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.