Dana Rp116,6 Triliun Terhimpun di Pasar Modal, Melesat 221 Persen

LIMAPAGI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga semester I-2021 sektor jasa keuangan tetap stabil. Sejumlah indikator tercermin mulai membaik, salah satunya penghimpunan dana di pasar modal.

Meskipun indikator ekonomi domestik sampai Juni masih menunjukkan berlanjutnya pemulihan, OJK mencermati adanya penurunan mobilitas karena pemberlakuan PPKM Darurat. Hal tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi ke depan.

Baca Juga:  Fantastis! Jumlah Investor Pasar Modal Selama 4 Tahun Tumbuh 200 Persen

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, memaparkan di tengah perkembangan itu, pasar keuangan domestik masih terjaga stabil.

IHSG hingga 23 Juli 2021 tercatat menguat ke level 6,102 atau tumbuh 1,9 persen month to date (mtd) dengan aliran dana nonresiden tercatat masuk sebesar Rp2,02 triliun.

Pasar Surat Berharga Negara (SBN) juga terpantau menguat dengan rerata yield SBN turun 13,5 bps di seluruh tenor. Namun, investor nonresiden tercatat net sell sebesar Rp11,73 triliun.

Anto mengatakan penghimpunan dana di pasar modal hingga 27 Juli 2021 telah mencapai nilai Rp116,6 triliun atau meningkat 211 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan 27 emiten baru yang melakukan IPO.

"Selain itu, masih terdapat penawaran umum yang dalam proses dari 86 emiten dengan nilai nominal sebesar Rp54,2 triliun," kata dia, Kamis, 29 Juli 2021.

Baca Juga: OJK Sebut Sektor Keuangan dalam Tren Perbaikan, Seperti Apa?

OJK juga mencatat, pemulihan ekonomi global masih terus berlanjut terutama di negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan mobilitas yang mulai kembali ke level prapandemi.

"Selain itu, kebijakan moneter negara utama dunia diperkirakan masih akomodatif sehingga mampu menurunkan risiko likuiditas di pasar keuangan global," bebernya.

Sementara itu, OJK mendukung program pemerintah dalam melaksanakan percepatan vaksinasi masyarakat dengan membuka sentra-sentra vaksin Covid 19 di berbagai daerah bekerjasama dengan Industri Jasa Keuangan dan Kemenkes dengan target 10 juta vaksin hingga Desember.

"Percepatan vaksinasi diyakini menjadi kunci utama untuk membangun imunitas komunal sehingga mobilitas masyarakat bisa kembali normal dan perekonomian kembali bergerak,” tanda Anto.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post